Rabu, 1 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Harga Pertamax Stabil, Pertamina Turunkan Harga BBM Turbo & Dex

Harga Pertamax Stabil, Pertamina Turunkan Harga BBM Turbo & Dex
Foto: Engin Akyurt/Pexels

JAKARTA — Penurunan harga energi menjadi oase bagi para pelaku industri dan pemilik kendaraan bermotor di tengah dinamika ekonomi global. PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga pada sejumlah produk Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi terhitung mulai Rabu (1/7/2026), membawa sentimen positif bagi biaya operasional masyarakat.

Kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini mencakup penurunan cukup signifikan pada produk-produk yang menyasar segmen premium, seperti Pertamina Dex, Dexlite, dan Pertamax Turbo. Langkah korporasi ini dinilai strategis dalam merespons pergerakan pasar minyak dunia yang mulai menunjukkan tren melandai, sehingga memberikan ruang bagi perusahaan untuk menyesuaikan harga jual di SPBU.

Mekanisme Evaluasi Harga Pertamina

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa kebijakan penyesuaian harga merupakan bagian dari evaluasi rutin perusahaan. Keputusan ini mempertimbangkan dinamika harga minyak mentah dunia, kondisi fiskal, serta daya beli masyarakat yang menjadi fokus utama dalam penetapan harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.

“Kami terus memantau fluktuasi harga minyak mentah (MOPS) dan nilai tukar rupiah sebagai basis penentuan harga BBM nonsubsidi setiap bulannya. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan harga produk kami tetap kompetitif dan sesuai dengan kondisi ekonomi terkini,” ujar Kitty dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.

Penyesuaian ini mengikuti koridor regulasi yang berlaku, di mana harga BBM nonsubsidi memang memiliki fleksibilitas untuk naik atau turun mengikuti mekanisme pasar. Bagi konsumen, keputusan ini memberikan dampak langsung pada pengurangan beban biaya transportasi harian bagi pemilik kendaraan diesel dan mobil berperforma tinggi yang sebelumnya harus merogoh kocek lebih dalam.

Detail Penurunan Harga di Lapangan

Berdasarkan data resmi dari Pertamina Patra Niaga, tiga jenis BBM nonsubsidi mengalami koreksi harga ke arah lebih terjangkau. Penurunan paling tajam dirasakan pada Pertamina Dex dengan selisih mencapai Rp3.650 per liter, memberikan efisiensi yang cukup terasa bagi para pelaku usaha logistik yang menggunakan armada diesel modern.

Produk Harga Lama (Rp/liter) Harga Baru (Rp/liter) Penurunan (%)
Pertamax Turbo 20.750 19.300 7%
Pertamina Dex 24.800 21.150 15%
Dexlite 23.000 19.700 14%

Perlu diperhatikan, penurunan harga ini tidak berlaku seragam untuk semua produk. Konsumen yang mengandalkan Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) tidak akan menjumpai perubahan di SPBU. Harga Pertamax tetap stabil di angka Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 bertahan di level Rp17.000 per liter.

Stabilitas harga pada Pertamax dan Pertamax Green 95 mencerminkan kebijakan perusahaan untuk menjaga konsistensi harga pada produk dengan pangsa pasar paling luas di segmen nonsubsidi. Sementara itu, untuk kategori BBM bersubsidi, pemerintah tetap mempertahankan harga Pertalite pada Rp10.000 per liter dan Solar subsidi pada Rp6.800 per liter.

Implikasi ke Industri Aviasi dan Ekonomi

Dampak kebijakan harga tidak berhenti di sektor darat. Sektor penerbangan domestik turut merasakan efek penurunan harga melalui koreksi harga Avtur. Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), harga Avtur turun sebesar Rp3.000 per liter menjadi Rp19.190 per liter dari harga sebelumnya Rp22.190 per liter (sebelum pajak).

Bagi maskapai penerbangan, biaya bahan bakar merupakan komponen operasional terbesar, mencapai 30% hingga 40% dari total biaya operasional. Penurunan harga ini membuka peluang bagi maskapai untuk menekan biaya operasional yang nantinya diharapkan mampu menjaga stabilitas tarif tiket pesawat di tengah tingginya permintaan perjalanan domestik.

Data statistik menunjukkan bahwa mobilitas penduduk pasca-pandemi terus meningkat, sehingga efisiensi di sektor energi menjadi kunci agar roda ekonomi tetap berputar. Pemerintah melalui Kementerian ESDM terus melakukan pengawasan agar setiap perubahan harga di tingkat korporasi tetap selaras dengan upaya menjaga inflasi nasional tetap rendah.

Akses Informasi bagi Konsumen

Pertamina mengimbau masyarakat untuk mengakses informasi harga terbaru melalui kanal resmi. Masyarakat yang membutuhkan perincian harga per wilayah dapat menghubungi Pertamina Customer Solution di nomor 135 atau memantau akun media sosial @pertaminapatraniaga dan @pertamina135.

Perusahaan menekankan bahwa harga yang tercantum di setiap daerah bisa berbeda karena adanya pengaruh Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah masing-masing. Oleh karena itu, pengecekan langsung melalui aplikasi MyPertamina atau papan harga di SPBU terdekat sangat disarankan bagi pengguna.

Melihat ke depan, fluktuasi harga BBM nonsubsidi akan tetap dinamis mengikuti pasar minyak global. Tren penurunan harga kali ini bisa menjadi indikator positif bagi daya beli konsumen di kuartal ketiga tahun 2026. Fokus Pertamina ke depan tetap menjaga ketersediaan pasokan di seluruh pelosok negeri sekaligus memastikan kualitas bahan bakar tetap memenuhi spesifikasi mesin kendaraan modern. Kestabilan pasokan dan harga di masa depan akan sangat bergantung pada bagaimana pemerintah dan Pertamina menyeimbangkan neraca perdagangan energi di tengah tantangan global yang tidak menentu.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda