JAKARTA — harga rumah di empat ibu kota Australia turun bersamaan, dengan Sydney paling terpukul setelah nilai median propertinya merosot hampir A$48.000, atau sekitar Rp 500 juta, sejak awal tahun. Data Cotality yang dirilis Rabu juga menunjukkan Adelaide mulai melemah pada Juni, setelah naik selama 15 bulan beruntun.
Dampaknya terasa luas. Pasar yang sempat panas kini kehilangan tenaga, lelang banyak yang gagal, dan penjual mulai berhadapan dengan pembeli yang jauh lebih hati-hati. Untuk keluarga muda, investor, hingga pemilik rumah yang ingin upgrade, arah pasar ini penting karena menentukan kemampuan cicilan, waktu beli, dan ruang tawar harga.
Sydney dan Melbourne turun paling tajam
Cotality mencatat Sydney dan Melbourne membukukan penurunan bulanan terbesar sejak Agustus 2022. Nilai rumah di Sydney turun 1,2 persen pada bulan itu, sedangkan Melbourne terkoreksi 1 persen. Di Sydney, harga median kini hanya sekitar A$3.000 di atas posisi Juni 2025. Jaraknya menyempit cepat.
Melbourne juga tak jauh berbeda. Harga median di kota itu kini A$7.000 di bawah level Juni 2025. Canberra turun A$8.000 dari posisi Januari, meski masih A$25.000 lebih tinggi dibanding setahun lalu. Angka-angka ini menunjukkan perlambatan bukan lagi sekadar sentimen. Pasar benar-benar mendingin.
Adelaide, yang selama setahun terakhir jadi salah satu pasar terkuat dengan kenaikan 15,4 persen, ikut masuk fase koreksi pada paruh kedua Juni. Cotality menyebut harga sempat naik tipis, lalu berbalik turun. Sinyalnya jelas. Momentum habis.
Biang tekanan: bunga dan daya beli
Tekanan pada pasar properti Australia datang dari beberapa arah. Suku bunga sudah naik tiga kali sejak Februari, sementara reformasi pajak pemerintah menekan kemampuan pinjam investor properti. Daya beli menyusut. Pembeli juga makin selektif.
Bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia, mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juni setelah menurut risalah rapat yang diterbitkan Selasa mereka terkejut oleh perlambatan yang berlangsung cepat. Kebijakan tahan bunga memang memberi jeda, tapi belum cukup mengembalikan permintaan ke level lama.
“Pembeli masih datang ke lelang, tapi banyak penjual belum mau menurunkan harga,” kata Luke Banitsiotis, kepala juru lelang Ray White untuk Victoria dan Tasmania. “Anda masih bisa menjual. Hanya saja, mungkin di titik harga yang berbeda dibanding dua bulan lalu.”
Lelang seret, penjualan melambat
Di tingkat nasional, lebih dari separuh rumah yang dibawa ke lelang tidak laku. Tingkat clearance tetap di bawah 50 persen sejak akhir Mei. Itu angka yang cukup keras untuk pasar yang sebelumnya masih memamerkan kenaikan harga di banyak kota besar.
Menurut Cotality, total penjualan rumah di ibu kota dalam tiga bulan hingga Juni turun 16,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pembeli menunggu momen yang pas. Ada yang mencari diskon besar, ada yang menunggu harga turun lagi. Soalnya, mereka tak mau masuk di puncak pasar.
Banitsiotis menyebut rumah di bawah A$1 juta masih bergerak cepat. Tapi untuk properti berharga lebih tinggi, penjual menghadapi “perjuangan berat”. Pasar kelas atas memang lebih sensitif. Sekali minat melemah, proses jual-beli langsung melambat.
Perth dan Brisbane ikut tersendat
Perth dan Brisbane juga menunjukkan tanda perlambatan. Perth masih mencatat kenaikan tahunan hampir 24 persen, namun hanya naik 0,7 persen pada Juni. Brisbane naik 17,4 persen secara tahunan, tetapi cuma 0,3 persen pada bulan yang sama. Keduanya masih tumbuh, tapi lajunya turun jauh.
Cotality bahkan merevisi turun estimasi harga Mei di dua kota itu lebih dari A$10.000 setelah data tambahan masuk. Revisi seperti ini sering menjadi petunjuk bahwa perlambatan lebih dalam dari yang tampak di awal. Pasar membutuhkan waktu untuk menangkap perubahan permintaan.
Dalam laporannya, Cotality tidak memprediksi kejatuhan tajam secara nasional. “Jalur yang paling mungkin dari sini adalah hilangnya momentum lebih lanjut dan penurunan bertahap dalam nilai rumah, bukan koreksi nasional yang tajam,” tulis Cotality. Artinya, pasar belum masuk fase panik. Tapi arah anginnya sudah berubah, dan bulan-bulan berikutnya akan menentukan apakah pelemahan ini hanya jeda atau awal penyesuaian yang lebih panjang.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.