Jumat, 3 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Harga Minyak Hari Ini: Brent Dekati US$70 saat Risiko Hormuz Mereda

Harga Minyak Hari Ini
Foto: Ojas Narappanawar/Pexels

JAKARTA — Harga minyak hari ini melemah pada perdagangan Kamis, setelah Qatar mengatakan Amerika Serikat dan Iran membuat “kemajuan positif” dalam pembicaraan tidak langsung di Doha. Brent turun ke US$70,60 per barel, sementara West Texas Intermediate terkoreksi ke US$67,55.

Pergerakan ini penting. Pasar komoditas kembali menghitung ulang premi risiko perang dan gangguan pasokan dari Timur Tengah. Begitu peluang diplomasi terlihat lebih hidup, harga minyak langsung kehilangan sebagian dorongan yang sebelumnya datang dari kekhawatiran atas Selat Hormuz.

Brent dan WTI sama-sama tertekan

Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman September turun 1,4 persen. Arah harian itu menempatkan acuan global tersebut di jalur penurunan sesi ketiga berturut-turut, sekaligus menuju kerugian mingguan keempat secara beruntun. Jika itu terjadi, ini akan menjadi rangkaian pelemahan mingguan pertama dalam hampir dua tahun.

WTI juga ikut turun 1,5 persen. Kontrak pengiriman Agustus itu berada di jalur penurunan mingguan keempat berturut-turut, sesuatu yang terakhir terjadi pada awal Maret tahun lalu. Bagi pelaku pasar, pola ini menegaskan bahwa perhatian bukan lagi hanya pada suplai fisik, melainkan pada seberapa besar risiko geopolitik benar-benar mengganggu arus minyak.

Data yang dirilis pelaku pasar menunjukkan Brent sempat terkoreksi cukup dalam hingga menekan performanya ke kuartal terburuk sejak awal 2020. Itu mengisyaratkan satu hal sederhana: pasar sedang sensitif terhadap setiap kabar dari Teluk Persia. Sedikit kabar baik langsung menekan harga. Sedikit kabar buruk bisa memicu lonjakan cepat.

Doha memberi sinyal mereda

Juru bicara kementerian luar negeri Qatar menyebut mediator dari Qatar dan Pakistan menuntaskan pertemuan terpisah dengan negosiator Amerika Serikat dan Iran di Doha pada Rabu. Dalam unggahan di media sosial, ia mengatakan ada “kemajuan positif” pada isu-isu yang terkait memorandum of understanding.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga memberi nada serupa saat berbicara kepada wartawan pada Rabu. “Mereka punya pertemuan yang sangat baik dan kita lihat nanti,” kata Trump. Pernyataan itu, meski singkat, cukup untuk menambah keyakinan pasar bahwa jalur diplomasi masih berjalan.

Negosiasi tidak langsung antara AS dan Iran sendiri dimulai di Doha pada Selasa. Steve Witkoff dan Jared Kushner disebut terlibat melalui perantara Qatar, bukan bertemu langsung dengan pejabat Iran. Pola ini menunjukkan kedua pihak masih menjaga jarak, tetapi tetap membuka pintu pembicaraan.

Kenapa pasar minyak bereaksi cepat

Harga minyak bergerak bukan hanya karena produksi naik atau turun. Ekspektasi juga punya bobot besar. Saat investor melihat kemungkinan ketegangan mereda, mereka mulai memangkas perkiraan soal gangguan pasokan dari Timur Tengah. Karena itu, harga bisa turun bahkan sebelum satu barel pun benar-benar hilang dari pasar.

ING menilai pasar masih optimistis pasokan minyak dari Teluk Persia akan kembali normal meski sempat terjadi ketegangan militer baru-baru ini. Menurut bank itu, pandangan tersebut menjelaskan mengapa Brent mengalami kuartal terburuk sejak awal 2020. Artinya, pasar sudah menyesuaikan harga jauh sebelum situasi benar-benar tenang.

Yang juga dipantau pelaku pasar adalah aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. ING memperkirakan total penyeberangan tanker sekitar 11 pada Selasa, lebih rendah dari puncak pekan lalu yang mencapai 24. Namun arus masuk mulai meningkat, tanda bahwa pemilik kapal perlahan lebih percaya diri mengirim armadanya kembali ke kawasan Teluk Persia.

Selat Hormuz tetap krusial. Jalur sempit ini menghubungkan produsen minyak utama di Teluk dengan pasar dunia. Kalau lalu lintas terganggu, efeknya cepat terasa ke harga energi, biaya angkut, sampai inflasi di banyak negara, termasuk importir besar di Asia.

Di titik ini, pasar sedang menunggu satu hal: apakah kemajuan diplomasi di Doha benar-benar berlanjut. Kalau pembicaraan berikutnya menghasilkan sinyal yang lebih solid, tekanan pada harga minyak bisa berlanjut. Tapi bila perundingan macet, premi risiko dapat kembali naik dalam hitungan jam. Pasar belum selesai membaca bab berikutnya.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda