Pakar Bongkar Alasan Pertamina Tak Turunkan Harga Pertamax
✍ Oleh: Andre Gunadi
| JournalArta 🕐 2 jam lalu📂 Ekonomi Bisnis
Foto: Ekaterina Belinskaya/Pexels
BBM nonsubsidi seperti Pertamax memiliki mekanisme harga yang berbeda dibandingkan BBM penugasan. Pergerakan harganya tidak serta-merta mencerminkan volatilitas minyak mentah dunia secara harian, melainkan melalui pertimbangan performa keuangan perusahaan dan kebijakan penetapan harga yang terukur.
Bagi konsumen, ini berarti harapan akan penurunan harga dalam waktu dekat mungkin belum akan terwujud. Pertamina tampaknya memprioritaskan stabilitas kas perusahaan untuk mengompensasi kerugian yang sempat dialami saat harga minyak dunia berada di puncak grafik. Langkah ini sekaligus melindungi perusahaan dari guncangan geopolitik global yang seringkali sulit diprediksi dalam jangka pendek.
Data internal Pertamina menunjukkan bahwa dengan strategi ini, perusahaan mampu menjaga keberlangsungan operasional dan rantai pasok di tengah ketidakpastian energi global. Yayan menegaskan, perilaku penetapan harga Pertamina sudah sesuai dengan model bisnis BBM nonsubsidi yang diterapkan selama ini. Di sana, perusahaan memiliki ruang fleksibel untuk mengelola margin di tengah fluktuasi pasar yang tajam.
Dengan posisi saat ini, masyarakat setidaknya perlu menyiapkan perencanaan pengeluaran dengan asumsi bahwa angka Rp16.250 masih akan menjadi harga acuan Pertamax untuk beberapa waktu ke depan. Fokus ke depan kini beralih pada bagaimana pemerintah dan Pertamina akan merespons jika tren penurunan harga minyak mentah dunia berlanjut hingga kuartal keempat tahun ini. Apakah margin yang sudah pulih akan memberi ruang bagi penyesuaian harga di kemudian hari? Publik masih akan terus menanti keputusan korporasi berikutnya.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.