Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

KTT NATO Ankara Uji Persatuan Aliansi di Tengah Tekanan Trump

KTT NATO Ankara Uji Persatuan Aliansi di Tengah Tekanan Trump
KTT NATO Ankara pada 7 Juli akan menguji kekompakan aliansi saat para pemimpin 32 negara anggota berusaha menjaga Donald Trump tetap sejalan

BRUSSELS — KTT NATO Ankara pada 7 Juli akan menguji kekompakan aliansi saat para pemimpin 32 negara anggota berusaha menjaga Donald Trump tetap sejalan, di tengah perdebatan soal pembagian beban, komitmen militer Amerika Serikat, dan perang Iran. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte sudah lebih dulu turun tangan dengan satu strategi sederhana: menyanjung Trump sambil menonjolkan kontribusi Eropa.

Taruhannya besar. Jika pertemuan di Ankara memunculkan adu mulut terbuka, pesan penangkalan NATO bisa ikut melemah, sementara ketegangan di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina tetap berjalan tanpa jeda.

Rutte pasang strategi: puji Trump, jual manfaat NATO

Dalam lawatan terbarunya ke Washington pada akhir Juni, Rutte datang dengan materi yang jelas. Saat Trump mengeluh soal sekutu Eropa yang dianggap kurang membantu Amerika Serikat selama perang melawan Iran, Rutte justru memuji habis-habisan dan menunjuk papan presentasi bertuliskan emas, termasuk satu yang diberi judul “The Trump Trillion”.

Di depan kamera, Rutte menyebut ada tambahan belanja pertahanan senilai 1,2 triliun dolar AS atau sekitar 1 triliun euro dari sekutu Eropa dan Kanada sejak Trump pertama kali menjabat pada 2017. Pesannya gamblang: aliansi masih memberi nilai politik dan ekonomi bagi Washington.

Claudia Major, pakar keamanan trans-Atlantik dari German Marshall Fund, mengatakan para pemimpin Eropa akan berusaha menunjukkan bahwa NATO masih kuat sekaligus mencari cara untuk menyenangkan Trump. Menurut dia, pendekatan itu penting agar Trump melihat ada keuntungan langsung bagi Amerika Serikat.

Belanja pertahanan dan industri senjata jadi fokus

Tahun ini, Rutte juga mendorong topik yang lebih mudah dijual ke Gedung Putih: produksi pertahanan. Ia diperkirakan mengumumkan apa yang ia sebut sebagai “revolusi industri pertahanan”, lengkap dengan kontrak dan pengadaan baru bernilai puluhan miliar dolar untuk menaikkan produksi senjata di Eropa.

Langkah itu bukan sekadar soal industri. Bagi Rutte, ini cara membuktikan bahwa dana pertahanan yang lebih besar bisa berujung pada kemampuan tempur nyata. Bagi Trump, narasi semacam ini lebih mudah diterima karena sejalan dengan dorongan lama agar sekutu NATO membayar lebih banyak dan tidak terus bergantung pada Amerika Serikat.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda