Ini berarti, konsumen bisa menghemat hingga Rp72 juta. Angka ini yang membuat harga OTR BYD Dolphin menjadi Rp365 juta. Selain itu, subsidi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 0% juga masih berlaku untuk EV, dan pajak kendaraan bermotor (PKB) di DKI Jakarta hanya sekitar Rp300 ribu per tahun.
Spesifikasi Kunci dan Keunggulan Model Terbaru
Beberapa model mobil listrik tahun 2026 menawarkan peningkatan signifikan, baik dari segi baterai maupun fitur. Ini detailnya:
Wuling BinguoEV 2026

Mengandalkan baterai LFP 37,9 kWh, BinguoEV 2026 dikenal dengan kabin yang lega dan jok ala sofa, menjadikannya pilihan paling rasional di segmen harganya. Sayangnya, mobil ini belum dilengkapi fitur Vehicle-to-Load (V2L) dan hanya mengandalkan penggerak roda depan (FWD).
BYD Seal 2026

BYD Seal menggunakan Blade Battery 82,5 kWh dan platform e-Platform 3.0. Keunggulan utamanya ada pada jarak tempuh yang terjauh di kelasnya dan pengalaman berkendara ala sedan sport yang responsif. Namun, ground clearance yang rendah (125mm) bisa menjadi kendala di beberapa kondisi jalan.
Hyundai Ioniq 5 N Line 2026

N-Line. Foto: hyundai.com
Varian Ioniq 5 ini dibekali baterai 84 kWh dan sistem 800V, memungkinkan pengisian daya sangat cepat. Hanya butuh 18 menit untuk mengisi 10-80% di SPKLU berdaya 350kW. Kendati demikian, harganya menjadi yang paling mahal di daftar ini dan suspensinya cenderung agak keras.
Tantangan dan Kekurangan Mobil Listrik 2026
Meskipun pasar EV terus berkembang, ada beberapa aspek yang perlu menjadi pertimbangan serius bagi calon pembeli:
- Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU): Data PLN per Juni 2026 menunjukkan baru ada sekitar 1.800 unit SPKLU di seluruh Indonesia. Di kota-kota sekunder seperti Palembang, jumlahnya bahkan masih kurang dari 20 titik. Ini bisa menjadi tantangan bagi perjalanan jarak jauh atau di area minim infrastruktur.
- Harga Baterai: Komponen baterai adalah yang paling mahal. Estimasi biaya penggantian baterai BYD Blade 82 kWh bisa mencapai Rp120-150 juta pada tahun kedelapan penggunaan, tergantung kondisi dan harga komponen saat itu.
- Nilai Jual Kembali (Resale Value): Depresiasi nilai jual EV masih cukup tinggi, sekitar 25-30% per tahun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional seperti Avanza yang rata-rata depresiasinya 15% per tahun.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.