Selasa, 7 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Station F Pacu Startup AI Eropa Jadi Bisnis Bernilai Jutaan Euro

Station F Pacu Startup AI Eropa Jadi Bisnis Bernilai Jutaan Euro
Foto: Muhammad Yunus/Pexels

PARIS — Station F, pusat inovasi startup berbasis di Prancis, kini menggenjot akselerator F/ai untuk memperkuat posisinya sebagai kiblat pertumbuhan perusahaan rintisan kecerdasan buatan di Eropa.

Setelah sukses dengan angkatan pertama, hub yang didirikan miliarder Xavier Niel ini bersiap membuka batch kedua pada September mendatang dengan target ambisius: membawa startup dari sekadar konsep produk menuju pendapatan nyata dalam hitungan pekan.

Program F/ai tidak main-main dalam memangkas jarak antara ide dan komersialisasi. Direktur Station F, Roxanne Varza, mengungkapkan bahwa kritik umum terhadap startup Eropa adalah lambatnya laju monetisasi. Program ini hadir untuk mendobrak pola tersebut, menargetkan pendapatan hingga 1 juta euro atau sekitar Rp17,5 miliar hanya dalam enam bulan pertama operasi bagi setiap partisipan.

Menjawab Tantangan Startup AI Eropa

Mengapa langkah ini penting? Selama ini, banyak pendiri startup di Eropa merasa harus menyeberang ke Amerika Serikat untuk mendapatkan akses jaringan investor dan mitra tingkat atas. Dengan memanfaatkan koneksi luas dari ekosistem “la French Tech”, Station F ingin membuktikan bahwa talenta lokal bisa mendapatkan akses setara tanpa harus meninggalkan benua mereka.

Data menunjukkan bahwa strategi ini mulai membuahkan hasil nyata. Angkatan pertama F/ai berhasil mengumpulkan pendanaan kolektif sebesar 34 juta dolar AS. Keberhasilan ini didukung oleh keterlibatan raksasa teknologi global mulai dari Google, Meta, AWS, hingga OpenAI yang turut memberikan dukungan teknis dan jejaring bagi para peserta program.

Bagi industri teknologi, ini adalah sinyal bahwa pusat gravitasi pengembangan AI mulai bergeser. Tidak hanya sekadar ruang kerja fisik, Station F kini bertransformasi menjadi katalisator ekuitas. Mereka bahkan telah melakukan investasi langsung ke perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar prestisius ‘Future 40’ sejak tahun 2022.

Proses Seleksi dan Ekosistem

Keunikan F/ai terletak pada proses kurasi. Mereka tidak membuka pendaftaran umum, melainkan mengandalkan sistem rekomendasi dari para pendiri, mitra, dan investor berpengalaman. Hal ini menciptakan profil startup yang sangat berkualitas, di mana 80 persen dari 20 startup di angkatan pertama didirikan oleh pengusaha serial, dengan sepertiganya memiliki latar belakang pendidikan doktoral (PhD).

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda