Rabu, 8 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

ByteDance Kebut Chip AI Sendiri, Tantang Dominasi Nvidia

ByteDance Kebut Chip AI Sendiri, Tantang Dominasi Nvidia
Foto: Situs resmi NVIDIA

BEIJING — ByteDance, perusahaan induk TikTok, dilaporkan tengah berpacu merampungkan desain prosesor internal generasi terbaru pada awal 2027. Langkah ini menandai ambisi besar raksasa teknologi asal China tersebut untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok chip dari luar dan memperkuat kemandirian komputasinya.

Menurut laporan South China Morning Post (SCMP), ByteDance menargetkan produksi massal dan penerapan yang lebih luas pada paruh kedua 2027. Versi awal dari prosesor buatan sendiri itu bahkan disebut telah digunakan secara internal sejak akhir 2025.

Kebutuhan komputasi internal ByteDance meningkat tajam, sebagian besar didorong oleh produk seperti chatbot Doubao dan model video Seedance. Kedua produk tersebut secara signifikan menambah kebutuhan infrastruktur di seluruh jajaran perangkat AI perusahaan yang terus berkembang.

Seiring beban kerja AI agentik yang semakin kompleks, kebutuhan komputasi bergeser dari sekadar kalkulasi matriks menuju tugas orkestrasi yang lebih luas. Sistem AI generasi baru menuntut lebih banyak koordinasi, pengambilan keputusan, manajemen memori, hingga operasi perangkat lunak.

Pergeseran ini menciptakan permintaan lebih besar terhadap prosesor serbaguna yang bekerja berdampingan dengan GPU, bukan hanya mengandalkan klaster akselerator. Kondisi tersebut turut memengaruhi cara perusahaan seperti ByteDance merancang infrastruktur komputasi masa depan mereka.

Dalam upaya ini, Qualcomm dilaporkan membantu ByteDance mengamankan kapasitas produksi di pabrik pengecoran chip (foundry). Kolaborasi semacam itu menjadi krusial mengingat kapasitas manufaktur chip canggih masih menjadi salah satu titik paling ketat dalam rantai pasok industri semikonduktor global.

Ambisi Menantang Dominasi Nvidia

Langkah ByteDance mengembangkan akselerator AI sendiri menempatkannya dalam persaingan tidak langsung dengan Nvidia, yang selama ini mendominasi pasar chip untuk kecerdasan buatan. Meski menyaingi Nvidia dalam waktu dekat bukan perkara mudah, upaya membangun chip internal dapat menekan biaya jangka panjang sekaligus mengurangi risiko pembatasan pasokan.

Tahap tape-out, yakni tonggak rekayasa terakhir sebelum fabrikasi fisik chip dimulai, dilaporkan berpotensi dipercepat dari rencana semula. Percepatan ini menunjukkan urgensi ByteDance untuk segera memiliki kendali atas perangkat keras yang menopang layanan AI-nya.

Hingga kini ByteDance tidak pernah secara terbuka mengomentari pengembangan chip miliknya. Namun, tren perusahaan teknologi besar merancang silikon sendiri kian menguat, seiring kebutuhan komputasi AI yang tumbuh pesat dan keinginan mengurangi ketergantungan pada pemasok tunggal.

Dorongan Kemandirian Chip China

Upaya ByteDance merancang prosesor sendiri sejalan dengan tren yang lebih luas di industri teknologi China, yang terus berupaya mengurangi ketergantungan pada pemasok chip asing di tengah ketatnya persaingan dan pembatasan ekspor teknologi tinggi.

Kemandirian di sektor semikonduktor dinilai strategis, baik dari sisi biaya operasional maupun ketahanan rantai pasok.

Bila ByteDance berhasil memproduksi chip AI yang andal secara massal, langkah itu tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga dapat memperkuat ekosistem semikonduktor domestik China secara keseluruhan.

Namun, membangun chip kelas atas yang mampu bersaing dengan produk mapan bukanlah proses instan; dibutuhkan investasi besar, talenta rekayasa, serta akses ke fasilitas manufaktur canggih yang hingga kini masih terkonsentrasi pada segelintir pemain global.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda