Pada Juli 2026, Telegram memperluas jangkauannya dengan merilis aplikasi resmi untuk smartwatch, baik Apple Watch maupun Android Watch. Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan pengguna dalam berkomunikasi langsung dari pergelangan tangan.
Fitur-fitur yang tersedia mencakup kemampuan mengirim obrolan dan pesan suara, melihat media, membaca pesan panjang, meninjau pratinjau lokasi, mengirim stiker, hingga mengelola obrolan. Ini memberikan kemudahan signifikan, terutama bagi mereka yang sering dalam perjalanan atau memiliki tangan yang sibuk.
Pemblokiran Sementara Telegram di India
Telegram menghadapi tantangan serius di India. Pemerintah setempat memblokir sementara aplikasi ini hingga 22 Juni 2026 menjelang ujian ulang National Eligibility cum Entrance Test Undergraduate (NEET UG) 2026. Pemblokiran ini dipicu oleh maraknya saluran-saluran di Telegram yang disalahgunakan untuk jual beli soal ujian bocor, dengan nama-nama seperti “PAPER LEAKED NEET” dan “NEET MAFIA”.
Selain itu, fitur edit pesan juga dinonaktifkan hingga 30 Juni karena disalahgunakan untuk “menyisipkan” soal setelah ujian dimulai. Delhi High Court menolak gugatan Telegram dan menyatakan pemblokiran ini sah. Akibat pemblokiran ini, jumlah unduhan aplikasi VPN di India melonjak 76% hanya dalam sehari.
Telegram Resmi Ambil Alih Blockchain TON
Salah satu kabar paling besar datang pada 4 Mei 2026, saat Pavel Durov mengumumkan bahwa Telegram akan menjadi penggerak utama The Open Network (TON) dan validator terbesarnya. Langkah ini menjadi kebalikan dari tahun 2020, ketika Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat memaksa Telegram untuk melepaskan TON.
Setelah pengambilalihan ini, terjadi beberapa dampak signifikan. Biaya transaksi turun drastis enam kali lipat menjadi hanya $0.0005. Harga Toncoin juga melonjak dari $1.30 menjadi $2.151 hanya dalam seminggu. Selain itu, peta jalan MTONGA kini lebih fokus pada sistem pembayaran melalui Telegram, menunjukkan komitmen kuat pada ekosistem keuangan terdesentralisasi.
Moderasi Gila-gilaan: Ratusan Ribu Saluran Diblokir Sehari
Telegram menunjukkan komitmen serius dalam membersihkan platform dari konten ilegal dan berbahaya. Pada awal 2026, aktivitas takedown atau penghapusan saluran ilegal melonjak dari sekitar 10.000 menjadi antara 80.000 hingga 140.000 saluran setiap hari. Puncaknya, tercatat pernah ada 500.000 takedown dalam satu hari.
Sekitar 20% dari saluran yang dihapus terkait dengan aktivitas kriminal seperti carding, penjualan data ilegal, dan jasa peretasan. Meskipun Telegram gencar melakukan moderasi, komunitas kriminal terbukti cepat beradaptasi dengan terus membuat saluran baru, menunjukkan tantangan berkelanjutan dalam upaya menjaga keamanan platform. Tahun 2026 menjadi periode yang sangat sibuk bagi Telegram, antara menghadirkan inovasi AI dan perangkat pintar, sekaligus terus berjuang melawan tantangan regulasi serta kejahatan siber.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.