Sabtu, 11 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

SK Hynix Debut di Pasar AS: Tes Ambisi Chip AI Global

SK Hynix Debut di Pasar AS
Foto: datainnovation

JAKARTA — Produsen chip asal Korea Selatan, SK Hynix, resmi melakukan debut besar di pasar Amerika Serikat melalui penjualan American Depositary Receipts (ADR). Langkah strategis ini menjadi ujian penting bagi selera investor global terhadap perusahaan yang menjadi tulang punggung revolusi kecerdasan buatan (AI) di tengah ketidakpastian pasar chip dunia.

Langkah ini menempatkan SK Hynix sebagai pemain kunci yang ingin memanfaatkan valuasi tinggi di bursa Nasdaq.

Perusahaan yang berbasis di Icheon ini berhasil menjual ADR di harga 149 dolar AS per lembar, mencatatkan premi 2,7 persen dibandingkan harga rata-rata saham di bursa Seoul dalam tiga hari perdagangan terakhir.

Dana segar yang dihimpun akan dialokasikan untuk pembangunan pabrik baru sekaligus membuka akses langsung ke kumpulan investor terbesar di dunia.

Mengapa Pasar AS Jadi Incaran Utama?

Giuseppe Sette, salah satu pendiri platform analisis investasi Reflexivity, menyebut langkah ini sebagai cara paling murni bagi investor AS untuk memiliki tema investasi memori AI. Selama ini, terdapat kesenjangan valuasi yang lebar antara perusahaan chip AS seperti Micron dengan SK Hynix.

SK Hynix tercatat diperdagangkan sekitar 6,8 kali proyeksi pendapatan, sementara Micron berada di kisaran 13 kali lipat. Masuk ke pasar AS diharapkan mampu menutup celah valuasi tersebut.

Keberhasilan SK Hynix dalam aksi korporasi ini tidak lepas dari posisinya sebagai produsen memori high-bandwidth memory (HBM) terbesar di dunia. Chip HBM merupakan komponen esensial yang digunakan dalam unit pemrosesan grafis (GPU) besutan Nvidia dan AMD. Permintaan masif dari perusahaan teknologi raksasa untuk infrastruktur AI menjadikan produk ini komoditas langka yang sangat dicari.

Dampak Bagi Investor dan Industri

Bagi pelaku pasar di Indonesia dan global, langkah SK Hynix ini menegaskan bahwa belanja modal untuk infrastruktur AI masih sangat deras. Menurut catatan BofA Securities, pengeluaran modal infrastruktur awan dan AI global diproyeksikan mendekati 1,5 triliun dolar AS pada tahun 2027. Angka tersebut mencerminkan lonjakan sekitar 40 hingga 50 persen dari tahun ke tahun.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda