Herditya punya hitung-hitungan sendiri mengenai pergerakan indeks. Ia melihat IHSG berpotensi bergerak sideways dengan rentang support 5.742 dan resistance 6.112. Baginya, pelaku pasar harus pintar menyaring emiten mana yang masih memiliki fundamental kokoh di tengah badai kurs.
Berdasarkan analisis teknikal terkini, ada beberapa nama emiten yang masuk dalam radar pemantauan. Pada sektor energi, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang tutup di harga 2.390 punya target harga di angka 2.550.
Lalu, PT Timah Tbk (TINS) dengan harga penutupan 3.470 diproyeksikan bisa menyentuh 4.010. Tidak ketinggalan emiten pendatang seperti PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang bertengger di harga 1.000 dengan target 1.225.
Di sektor perbankan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) masih menjadi pilihan menarik. Dengan harga penutupan 4.080, saham ini dipatok di level target 4.270. Selain itu, sektor perkebunan juga masuk daftar lewat PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) yang menutup pekan di harga 1.540 dan diharapkan menuju level 1.700.
Keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing pemilik modal. Volatilitas harga komoditas dan stabilitas rupiah di pasar uang akan menjadi penentu utama apakah target-target harga tersebut bisa terwujud atau justru meleset.
Pasar modal saat ini sedang menunggu kepastian arah kebijakan moneter yang akan ditarik oleh bank sentral, yang kemungkinan besar akan menjadi penentu sentimen pasar dalam jangka pendek.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.