“Intinya kalau kita ngandelin dari domestik aja kan saving investment gap-nya ada. Harapannya melalui pusat finansial kita, investor global yang belum masuk langsung ke Indonesia, bisa ikut membiayainya pembangunan dari sana,” katanya.
Masukan dari DIFC—baik dari jajaran eksekutif maupun mantan CEO—mencakup detail teknis berapa besar: struktur organisasi, skema regulasi, hingga jenis layanan keuangan yang ditawarkan. Tidak semua pusat finansial global berbentuk utuh; ada yang hanya menjadi hub atau pintu masuk. Indonesia perlu memilih bentuk mana yang paling sesuai dengan potensi dan tantangan ekonominya.
Danantara Siapkan Strategi Investasi
Pada 14 Juli 2026, Kepala BP BUMN sekaligus Chief of Operation Danantara Indonesia, Dony Oskaria, memimpin rapat internal membahas kesiapan PFII. Diskusi melibatkan Chief Investment Officer Pandu Sjahrir, sejumlah Managing Director, dan Board of Directors BPI Danantara.
Fokus rapat: strategi investasi, pembangunan ekosistem keuangan berstandar global, dan peran Danantara dalam mengembangkan aset, infrastruktur, dan layanan PFII. Dengan langkah terkoordinasi ini, Bali—lokasi PFII—diharapkan menjadi magnet investasi internasional dan memperkuat daya saing Indonesia di kancah global.
Pemerintah terus membuka pintu untuk masukan berbagai pihak. Standar “meaningful participation” diterapkan—baik dari DIFC, investor institusional, maupun stakeholder lokal—agar RUU dan implementasi PFII berjalan lancar tanpa hambatan regulasi yang krusial.
Ketelitian dalam merancang kerangka kerja menjadi kunci agar pusat finansial Indonesia tidak hanya berdiri, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi ekonomi nasional.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.