Rabu, 15 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Senator AS Dorong Reformasi Social Security Jelang Dana Menipis

reformasi Social Security di hadapan gedung Capitol AS
Sejumlah senator lintas partai mendorong reformasi Social Security lewat rancangan undang-undang baru. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — reformasi Social Security kembali bergerak di Senat Amerika Serikat, kali ini lewat dorongan bipartisan yang ingin membuka jalan pembahasan sebelum dana pensiun federal itu benar-benar menipis.

Sejumlah senator dari Partai Demokrat, Republik, dan satu independen mengajukan PROMISE Act pada Rabu untuk membuat proses legislasi yang lebih jelas bagi perubahan program berusia lebih dari 90 tahun itu.

Langkah ini muncul setelah laporan trustees Social Security yang terbit pada Juni memperkirakan dana pensiun program bisa hanya mampu membayar 78 persen manfaat pensiun pada 2032. Proyeksi itu bahkan sedikit lebih cepat dari hitungan sebelumnya. Angkanya kecil, dampaknya besar.

PROMISE Act dan reformasi Social Security

PROMISE Act adalah akronim dari Protecting Retirement Opportunities and Maintaining Income Security for Everyone. Rancangan ini tidak langsung mengubah besaran manfaat atau pajak, tapi menciptakan prosedur di Kongres agar usulan reformasi Social Security bisa dibahas secara resmi dan tak berhenti di laci politik.

Dalam proposal yang dirilis Rabu, para senator menyoroti kenyataan bahwa Kongres sudah berkali-kali mengajukan ide untuk menutup celah pendanaan, tetapi hampir tak ada yang dibawa ke pemungutan suara. Aturan baru yang diusulkan ingin memaksa proses bergerak lebih jauh: ada naskah dasar, ada pembahasan komite, lalu pemungutan suara di lantai Senat dan DPR dengan ambang 60 suara di Senat.

Nama-nama di balik inisiatif ini cukup beragam. Mereka adalah Dick Durbin dari Illinois, Bill Cassidy dari Louisiana, John Cornyn dari Texas, Tim Kaine dari Virginia, Angus King dari Maine, dan Thom Tillis dari Carolina Utara. Formasi itu penting. Di Washington, dukungan lintas partai sering jadi syarat pertama sebelum isu pensiun semacam ini bisa bertahan lebih dari satu pekan.

Kenapa masalah ini mendesak

Social Security adalah program pay-as-you-go. Iuran gaji pekerja dipakai untuk membayar manfaat saat ini, sementara trust fund menambal kekurangannya. Sistem seperti ini mudah goyah ketika jumlah penerima naik dan pendanaan tidak tumbuh secepat kewajiban pembayaran.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda