HOBART — Penebangan hutan tua Tasmania kembali dipersoalkan setelah Forest Congress merilis pernyataan visi bersama yang menyerukan penghentian penebangan pohon-pohon tua di negara bagian itu. Hampir 30 individu dan kelompok menandatangani dokumen tersebut, di antaranya tetua First Nations, konservasionis, pemilik penggergajian, hingga seniman.
Pernyataan itu langsung memunculkan perpecahan baru. Empat kelompok lingkungan nasional menilai fokus pada hutan tua belum cukup jauh dan mendesak perlindungan penuh untuk seluruh hutan asli Tasmania.
Visi bersama yang memecah respons
Forest Congress menyebut dokumen ini sebagai dorongan yang dipimpin komunitas Palawa untuk menghentikan pemanenan pohon-pohon tua, sambil tetap menjaga industri kehutanan yang disebut “bertanggung jawab”. Bahasa yang mereka pakai cukup tegas. Hutan harus dikelola untuk semua nilainya: ekologis, budaya, sosial, dan ekonomi, dengan kesehatan hutan sebagai fondasi.
Di dalam pernyataannya, Forest Congress mendefinisikan hutan tua sebagai kawasan yang kesinambungan ekologisnya belum pernah terputus oleh penebangan industri. Definisi ini penting karena Tasmania punya sejarah panjang perubahan praktik kehutanan, dari penebangan selektif pada masa lalu menuju pembukaan lahan secara industri sejak sekitar 1970-an.
Soalnya, batas definisi menentukan batas perlindungan. Jika yang dijaga hanya hutan tua, masih ada banyak kawasan hutan asli lain yang tetap rentan masuk rantai pasok kayu.
Nama-nama besar ikut tanda tangan
Di antara penandatangan ada Neville Smith Group, perusahaan penggergajian yang menjadi sorotan karena peran industrinya di Tasmania. CEO perusahaan itu, Andrew Walker, mengatakan kepada ABC Hobart bahwa kelompoknya sudah tidak lagi menerima kayu tua dari perusahaan kehutanan milik negara, Sustainable Timber Tasmania.
“Kami sudah secara resmi menulis kepada STT dalam tujuh hari terakhir dan menghentikan penerimaan kayu hutan tua ke grup kami,” kata Walker. Ia menambahkan bahwa kurang dari 3 persen pasokannya berasal dari hutan tua, sementara sekitar 80 persen datang dari lahan swasta yang mayoritas berupa kayu keras tanaman.
Walker juga menyebut perusahaannya telah beralih cepat ke pasokan dari perkebunan dalam empat tahun terakhir. Ia masih memproses sebagian kayu dari regrowth native forest, yaitu hutan asli yang tumbuh kembali setelah gangguan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.