Kamis, 16 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Amnesti Catalonia Dapat Dukungan Pengadilan Uni Eropa

Amnesti Catalonia didukung pengadilan Uni Eropa di Luxemburg
Pengadilan tertinggi Uni Eropa menilai amnesti Catalonia tidak melanggar aturan UE. (Ilustrasi: AI)

Dampak amnesti Catalonia bagi Sanchez dan oposisi

Bagi Sanchez, putusan ini mengurangi tekanan hukum dan politik yang terus mengiringi koalisi minoritasnya. Ia bisa menunjuk putusan CJEU sebagai pembenaran bahwa kompromi dengan partai-partai nasionalis Catalan dan Basque tidak menabrak hukum Eropa.

Namun bagi oposisi konservatif, terutama Partido Popular (PP), hasil ini justru mempertegas kritik lama mereka. PP menilai tidak masuk akal jika orang-orang yang oleh Madrid sempat dianggap terlibat upaya subversif diberi pengampunan melalui deal politik. Penolakan itu ikut menyulut demonstrasi besar setelah kesepakatan amnesti mengemuka usai pemilu 2023.

Di lapangan, dampaknya terasa lebih luas dari sekadar sidang pengadilan. Putusan ini memberi sinyal ke pasar politik Spanyol bahwa koalisi Sanchez masih punya ruang bertahan, meski rapuh. Buat warga Catalonia, vonis tersebut menegaskan bahwa konflik yang sejak lama membelah Barcelona dan Madrid kini mulai bergeser dari jalanan ke ruang hukum dan parlemen.

Carles Puigdemont masih belum pulang

Meski amnesti sudah berlaku untuk sejumlah politisi Catalan, Carles Puigdemont belum kembali tinggal di Spanyol. Mantan pemimpin pemerintahan Catalonia itu tetap hidup di pengasingan sukarela di Belgia.

Masalahnya belum selesai. Puigdemont masih menghadapi dakwaan penggelapan dana yang tidak tercakup dalam amnesti saat ini. Dalam beberapa bulan ke depan, Mahkamah Konstitusi Spanyol dijadwalkan memutuskan apakah amnesti itu juga bisa menjangkau kasus tersebut.

Di titik itu, pertarungan belum benar-benar usai. Putusan CJEU memang menutup satu pintu sengketa, tapi babak berikutnya masih menunggu di Madrid — dan nasib Puigdemont bisa bergantung pada satu putusan lain yang belum keluar.

Dalam pernyataannya, Menteri Kehakiman Spanyol Felix Bolanos mengatakan kini “tidak ada keraguan” bahwa amnesti itu sejalan dengan hukum UE. Ia bahkan menyebut kebijakan yang sempat ditolak keras oleh sebagian masyarakat itu “layak dijalankan” karena membantu menormalkan situasi politik di Catalonia.

Dan di situlah taruhannya tetap jelas: satu putusan lagi dari Mahkamah Konstitusi Spanyol bisa menentukan apakah amnesti Catalonia berhenti sebagai kompromi politik, atau meluas ke perkara Puigdemont yang masih menggantung.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda