Menjaga Marwah Demokrasi Lokal
Di tengah derasnya arus dukungan, tim pemenangan Metty tetap menekankan pentingnya menjaga suasana Musda tetap kondusif. Mereka ingin perhelatan nanti berjalan sejuk, jauh dari tensi tinggi yang justru bisa memecah belah solidaritas kader di tingkat akar rumput. Aklamasi, bagi mereka, bukan soal menang atau kalah, melainkan manifestasi kesepakatan kolektif demi kejayaan partai.
Meski begitu, Tatang menegaskan bahwa proses yang damai harus tetap tegak lurus pada aturan main organisasi. Tidak boleh ada jalan pintas yang mencederai demokrasi internal. Kejujuran dan keadilan dalam setiap tahapan Musda menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar. Baginya, Golkar Cianjur butuh soliditas yang lahir dari proses yang terhormat.
Rekomendasi dari DPP Pengajian Al-Hidayah ini menjadi babak krusial dalam dinamika internal partai jelang pemilihan. Persaingan di level lokal memang selalu punya riak, namun konsensus lintas elemen organisasi seperti ini seringkali menjadi penentu akhir. Kini, mata publik Cianjur tertuju pada bagaimana skenario aklamasi ini akan dimainkan di arena Musda nanti.
Sinyal kuat dari pusat ke daerah sudah dilepaskan. Tinggal menunggu apakah kandidat lain akan mengambil langkah berbeda atau justru memilih bergabung dalam barisan yang sama. Agenda besar memenangkan hati masyarakat Cianjur pasca-Musda sudah menanti di depan mata, menuntut pemimpin yang bisa segera merangkul seluruh elemen partai tanpa menyisakan sekat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.