Sabtu, 18 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Pemegang Obligasi Sherritt Dorong Pertimbangan Rencana Penyelamatan Alternatif

Dokumen obligasi dan proposal refinansialisasi di meja rapat korporat
Pemegang obligasi Sherritt mengajukan proposal alternatif untuk menyelamatkan perusahaan pertambangan dari krisis likuiditas. (Ilustrasi: AI)

Investor pemegang obligasi Sherritt International Corp. kini mendesak manajemen untuk tidak terpaku pada satu jalur penyelamatan saja. Mereka menuntut pihak perusahaan segera membuka pintu bagi proposal refinansialisasi dari investor lain yang dinilai lebih kredibel, alih-alih terus melaju dengan penawaran dari Gillon Capital LLC.

Persaingan tawaran ini menjadi krusial. Kelompok pemegang obligasi 2031 yang menguasai porsi utang signifikan mengaku telah memegang rancangan rekapitalisasi baru.

Proposal ini didukung oleh barisan investor strategis dan finansial, meski sampai sekarang identitas mereka masih tertutup rapat dari publik.

Bagi para pemegang obligasi, tawaran dari pihak eksternal ini bukan sekadar alternatif, melainkan jalan keluar yang lebih realistis dibandingkan rencana Gillon Capital yang dimiliki oleh Ray Washburne, seorang mantan penasihat era Donald Trump.

Ketegangan di Ruang Rapat

Nada keras keluar dari pernyataan resmi para pemegang obligasi pada Jumat lalu. Mereka menekankan bahwa konstituen kreditor yang terorganisir sudah siap di meja perundingan, namun komunikasi dengan manajemen Sherritt macet.

“Para pemangku kepentingan harus memahami bahwa suatu konstituen kreditor yang terorganisir ada dan siap terlibat, namun keterlibatan tersebut belum maju sesuai dengan urgensi situasi perusahaan,” tulis mereka dalam pernyataan resmi.

Posisi Sherritt saat ini memang sangat terjepit. Perusahaan pertambangan yang berbasis di Toronto ini sudah lama menjadi salah satu investor asing terbesar di Kuba. Sialnya, kebijakan sanksi ketat dari era Trump memukul habis operasional mereka.

Kuba tak lagi mampu mengimpor minyak dalam jumlah yang cukup untuk kebutuhan industri. Dampaknya? Produksi di tambang nikel dan kobalt di wilayah timur Kuba terpaksa dihentikan total pada Februari lalu.

Awalnya, langkah yang diambil manajemen cukup radikal. Mereka sempat ingin menutup seluruh usaha patungan dengan perusahaan milik negara Kuba dan angkat kaki dari pulau tersebut. Namun, angin berubah arah.

Sherritt mendadak mengumumkan kesepakatan awal untuk menjual saham pengendali kepada Gillon Capital. Kini, kedua pihak terkunci dalam periode pembicaraan eksklusif yang membatasi ruang gerak perusahaan untuk melirik penawaran lain.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda