JAKARTA — Review The Odyssey memotret film terbaru Christopher Nolan sebagai karya yang besar, ganjil, dan memikat sekaligus. Di satu sisi, film ini menampilkan citra Yunani kuno yang lembap, keras, dan menekan; di sisi lain, pilihan aksen Amerika serta casting lintas ras membuatnya terasa sangat modern sejak menit awal.
Itu bukan cuma soal gaya. Film yang diadaptasi dari epos Homer ini sudah memicu perdebatan jauh sebelum penonton umum duduk di kursi bioskop. Namun, dari bahan ulasan yang beredar, satu hal tampak jelas: Nolan tidak sedang membuat museum sejarah. Ia sedang membangun dunia mitologi yang hidup, tak nyaman, dan sengaja mengganggu.
Review The Odyssey dan pilihan yang bikin film terasa hidup
Hal pertama yang langsung terasa dari Review The Odyssey adalah suara para tokohnya. Alih-alih meniru aksen British yang kerap diasosiasikan dengan film sejarah besar, Nolan memilih nada bicara Amerika yang lebih akrab. Kata “dad” dan “mom” muncul di tengah dunia kuno, terdengar janggal pada awalnya, lalu justru memberi jarak yang menarik dari kesan teatrikal berlebihan.
Keputusan itu penting karena mengubah cara penonton mendengar para tokoh. Mereka tidak terdengar seperti patung marmer yang bicara. Mereka terdengar seperti manusia, dengan emosi yang kasar dan relasi keluarga yang terasa dekat.
Ulasan The Hollywood Reporter menilai pendekatan ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari visi Nolan untuk membuat tokoh-tokohnya terasa nyata, bukan sekadar figur mitologis.
Matt Damon, menurut ulasan yang sama, tampil kuat sebagai Odysseus. Perannya disebut sebagai salah satu penampilan terbaiknya dalam beberapa tahun terakhir. Itu masuk akal, mengingat karakter ini memang menjadi pusat beban film: pulang, kehilangan, perang, dan ingatan yang terus terganggu.
Visual megah, tapi tidak selalu nyaman ditonton
Bagian paling mencolok dari film ini justru datang dari gambarnya. Dalam satu adegan yang disorot ulasan, sekelompok lelaki kelaparan makan dengan buas di sebuah gubuk tua di pulau kelabu, sementara seorang perempuan perlahan mengubah mereka menjadi sosok yang semakin liar.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.