JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Meskipun bayang-bayang kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) membayangi pasar, sentimen teknikal dinilai cukup kuat untuk menopang laju indeks menuju level 6.400.
Tim riset Phintraco Sekuritas mengungkapkan bahwa fokus utama investor saat ini tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Konsensus pasar saat ini telah memprediksi bahwa otoritas moneter akan mengerek BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,00%.
Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya tekanan eksternal.
Momentum Teknikal IHSG
Walaupun prospek kebijakan moneter yang lebih ketat biasanya membatasi ruang gerak pasar saham, indikator teknikal menunjukkan narasi yang berbeda. IHSG dilaporkan berhasil mempertahankan posisinya di atas level psikologis 6.300.
Optimisme tersebut diperkuat oleh histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang masih membentuk sinyal positif. Hal ini menjadi indikasi bahwa momentum penguatan indeks utama Bursa Efek Indonesia tersebut belum berakhir.
“IHSG diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju area 6.375 hingga 6.400 pada perdagangan Rabu, selama respons pasar terhadap keputusan BI sesuai dengan ekspektasi,” tulis tim riset Phintraco Sekuritas dalam laporannya, Selasa (21/7/2026).
Faktor Penentu Pasar
Bagi investor, keputusan BI Rate bukan satu-satunya penentu arah pasar. Pernyataan resmi bank sentral mengenai prospek kebijakan moneter ke depan juga menjadi perhatian utama. Sinyal terkait ruang pengetatan lanjutan akan menjadi kompas bagi pelaku pasar dalam menentukan posisi mereka di pasar keuangan domestik untuk jangka pendek.
Sebelumnya, IHSG menutup perdagangan Selasa (21/7/2026) dengan catatan impresif, yakni menguat 1,74 persen ke level 6.340,02. Reli indeks pada sesi tersebut didorong signifikan oleh lonjakan harga pada saham-saham sektor konglomerasi.
Di sisi lain, saham-saham perbankan tampak lebih berhati-hati dengan pergerakan yang cenderung datar, mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar menjelang pengumuman resmi kebijakan moneter dari Bank Indonesia hari ini.
Keberhasilan IHSG menembus level 6.400 akan sangat bergantung pada bagaimana pasar menyerap angka kenaikan suku bunga tersebut. Jika kenaikan 25 bps benar-benar terealisasi sesuai prediksi, pasar kemungkinan akan lebih fokus pada pernyataan Gubernur BI mengenai arah kebijakan selanjutnya.
Langkah ini akan menjadi penentu apakah tren positif yang terbentuk sejak perdagangan Selasa dapat berlanjut dalam sesi-sesi berikutnya atau justru tertahan oleh sentimen pengetatan moneter lebih lanjut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.