Jumat, 24 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Apa Itu Prabowonomics? Konsep Ekonomi Prabowo: Dari Swasembada Hingga Target 8%

Prabowonomics
Apa Itu Prabowonomics? Konsep Ekonomi Prabowo: Dari Swasembada Hingga Target 8%. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Istilah Prabowonomics mulai ramai disebut sejak Januari 2026, setelah Presiden Prabowo Subianto memaparkan kerangka kebijakan ekonominya di World Economic Forum Davos 2026. Pemerintah menyebut Prabowonomics bukan sekadar istilah, melainkan rangkaian arah kebijakan yang merangkum gagasan ekonomi Prabowo sebelum menjadi presiden dan capaian selama satu tahun pemerintahannya.

Dari Istana, kerangka ini diposisikan sebagai penanda arah baru: ekonomi yang menekankan kedaulatan, kemandirian strategis, dan manfaat langsung bagi masyarakat. Fokusnya tidak lepas dari isu yang paling dekat dengan hidup warga. Pangan, energi, air, kerja, dan daya beli.

Prabowonomics dan fokus pada kedaulatan ekonomi

Menurut Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya, Prabowonomics berangkat dari dua kunci utama. Pertama, kedaulatan ekonomi. Kedua, kemandirian strategis.

Dalam penjelasan itu, Indonesia dipandang harus mandiri dan tidak mudah didikte negara lain. Karena itu, sektor yang dianggap fondasi ketahanan negara ditempatkan di depan: pangan, energi, dan air. Arah ini membuat kebijakan ekonomi tidak berhenti pada angka pertumbuhan, tetapi juga pada kemampuan negara menguasai sumber daya sendiri.

5 pilar utama Prabowonomics

Kerangka Prabowonomics dibaca pemerintah lewat lima pilar. Pilar pertama adalah swasembada pangan, energi, dan air. Di sini, pemerintah melanjutkan food estate, pupuk subsidi tepat sasaran, cadangan pangan, percepatan EBT, biodiesel, dan listrik desa.

Pilar kedua ialah hilirisasi dan industrialisasi. Pemerintah menolak pola ekspor bahan mentah semata. Mineral, pertanian, dan kelautan diarahkan masuk ke produk bernilai tambah. Pemerintah mengaitkan arah itu dengan ekspor yang melonjak 10,67% pada Q2 2025.

Pilar ketiga adalah pertumbuhan ekonomi tinggi dan inklusif. Pemerintah menaruh target jangka panjang 8% per tahun untuk keluar dari jebakan negara menengah. Untuk 2027, targetnya 5,8% – 6,5%, lalu menuju 8% pada 2029.

Pilar keempat menyangkut investasi sumber daya manusia lewat Makan Bergizi Gratis. Program MBG ditujukan untuk 82,9 juta siswa, ibu hamil, dan balita. Anggarannya masuk APBN 2026 sebesar Rp757,8 T untuk pendidikan. Pemerintah melihat program ini bukan hanya sebagai belanja sosial, tetapi juga penggerak ekonomi lokal.

Pilar kelima adalah pengentasan kemiskinan tepat sasaran. Pemerintah memakai data tunggal agar bantuan lebih presisi. Target kemiskinan 2027 dipatok turun ke 6,0% – 6,5%, sementara pengangguran diarahkan ke 4,3% – 4,87%. Pada 2025, tingkat kemiskinan tercatat 8,47% dan disebut sebagai yang terendah sepanjang sejarah.

Prabowonomics dan bedanya dengan era sebelumnya

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda