Trio Kancil Politik Indonesia
Prabowo kemudian menyebut ada tiga tokoh yang ia ibaratkan sebagai “kancil” dunia politik Indonesia karena kelicikan mereka. Ketiga tokoh adalah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, dan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.
Mulanya, Prabowo mengaku khawatir terlalu terharu menyaksikan penampilan-penampilan di Harlah PKB hingga membuat dirinya mengeluarkan air mata. Ia kemudian merogoh Dasco dengan pertanyaan menggoda soal posisinya sebagai Ketua Harian Partai Gerindra. “Kau coba hati-hati kau, lu mau jadi Ketua Harian lagi enggak lu? Ini akal-akalan Gus Imin ini,” katanya, mengejek Muhaimin Iskandar sebagai dalang.
Prabowo menyebut Cak Imin dan Dasco sebagai dua kancil dalam lanskap politik nasional sebelum menambahkan candaan lain kepada Dasco.
“Kalau Pak Dasco sekarang sudah jadi profesor, dulu provokator,” ucapnya, merujuk pada evolusi karir tokoh Gerindra tersebut dan menyinggung asal-usul keterlibatannya dalam dunia aktivisme.
Prabowo juga mengatakan bahwa jika dirinya tidak “menarik” Dasco dulu, bisa jadi tokoh itu tak tahu kemana tujuannya.
Setelah menetapkan Cak Imin dan Dasco sebagai dua kancil, Prabowo menunjuk Bahlil sebagai kancil ketiga. “Kancil ketiga mungkin Ketum Golkar itu,” katanya sambil mengarah ke Bahlil, yang langsung disambut tawa.
Menutup candaan soal trio itu, Prabowo memperingatkan bahwa jika ketiga kancil ini berkumpul dalam satu forum, situasi akan menjadi “bahaya.” Pernyataan itu disambut tawa dan tepuk tangan peserta Harlah.
Apresiasi atas Kaus "Prabowonomics"
Dalam bagian lain pidatonya, Prabowo mengaku terharu melihat kader PKB mengenakan kaus bertuliskan “Prabowonomics.” Presiden mengatakan bahwa penghormatan semacam itu terasa istimewa, bahkan tidak pernah diberikan oleh kader Partai Gerindra sendiri kepada dirinya.
Prabowo menutup pidatonya dengan memuji PKB sebagai partai yang memiliki keunggulan dalam membangun tradisi politik dan hubungan yang kuat dengan para pemimpinya. “Ini partai lain perlu belajar dari PKB ini. Ini ada kelebihan-kelebihan.
Mungkin Gus Dur lagi lihat dari atas itu,” katanya sambil merujuk pada pendiri PKB, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, yang wafat tahun 2009. Pernyataan itu disambut tepuk tangan meriah dari peserta Harlah PKB.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.