Jumat, 24 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Pesan hingga Kelakar Prabowo di Harlah ke-28 PKB

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan di Harlah ke-28 PKB, JCC Senayan, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan di Harlah ke-28 PKB, JCC Senayan, Jakarta. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto hadir di Puncak Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di JCC Senayan, Kamis (23/7), membawakan pidato penuh pesan sekaligus candaan yang menghibur hadirin, termasuk para ketua umum partai lain.

Prabowo mula-mula menyapa tamu undangan satu per satu, hingga tiba pada Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Ketika menyapa Bahlil, Prabowo langsung meselipkan guyonan dengan merujuk pada tren media sosial yang viral.

“Katanya MBG singkatan Mas Bahlil Ganteng,” ujar Prabowo, mengacu pada lagu dan keplesetan di media sosial soal Bahlil. Candaan itu sontak membuat Bahlil, Agus Harimurti Yudhoyono, Zulkifli Hasan, Almuzzammil Yusuf, dan Djarot Saiful Hidayat tertawa lepas. Prabowo kemudian bergumam santai, “Bisa aja lo,” memicu tawa penonton kembali meledak.

Pujian Terselubung Untuk PKB

Prabowo mengakui keheranan akan “ilmu” PKB yang selalu berhasil menjadi partai pertama dalam setahun mengundang Presiden untuk hadir Harlah-nya. Ia membandingkan dengan jadwal peringatan hari lahir partai lain yang lebih mundur dalam kalender tahunan.

“Dalam musim satu tahun, kenapa PKB harlahnya selalu yang pertama ngundang Presiden? Sori ya Golkar. Golkar ulang tahunnya akhir tahun, ya kan? Oktober. PAN… habis ini Demokrat katanya bulan depan ya, Agustus? September. Kok bisa ya PKB ini? Ilmunya apa ini?” tanyanya penuh kekehan sambil menyebut para kiai PKB menggerakkan “ilmu” tersebut.

Mengenang Harlah PKB tahun lalu, Prabowo bercerita tentang Ma’ruf Amin yang waktu itu masih menjabat Ketua Dewan Syura PKB dan memberikan sambutan dengan nada tegas. Presiden mengaku baru duduk belum sempat minum kopi ketika sudah menerima serangkaian perintah dari Ma’ruf terkait Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

“Baru duduk, saya baru duduk, belum sempat minum kopi, sudah perintah-perintah Presiden. Pasal 33, Pasal 33. Kiai Ma’ruf Amin galak banget itu,” kenangnya, yang memicu gelak tawa hadirin lagi. Prabowo menutup cerita dengan berkata bahwa tahun ini ia kembali menerima hadiah dari PKB yang “sifatnya perintah juga.”

Trio Kancil Politik Indonesia

Prabowo kemudian menyebut ada tiga tokoh yang ia ibaratkan sebagai “kancil” dunia politik Indonesia karena kelicikan mereka. Ketiga tokoh adalah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, dan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.

Mulanya, Prabowo mengaku khawatir terlalu terharu menyaksikan penampilan-penampilan di Harlah PKB hingga membuat dirinya mengeluarkan air mata. Ia kemudian merogoh Dasco dengan pertanyaan menggoda soal posisinya sebagai Ketua Harian Partai Gerindra. “Kau coba hati-hati kau, lu mau jadi Ketua Harian lagi enggak lu? Ini akal-akalan Gus Imin ini,” katanya, mengejek Muhaimin Iskandar sebagai dalang.

Prabowo menyebut Cak Imin dan Dasco sebagai dua kancil dalam lanskap politik nasional sebelum menambahkan candaan lain kepada Dasco.

“Kalau Pak Dasco sekarang sudah jadi profesor, dulu provokator,” ucapnya, merujuk pada evolusi karir tokoh Gerindra tersebut dan menyinggung asal-usul keterlibatannya dalam dunia aktivisme.

Prabowo juga mengatakan bahwa jika dirinya tidak “menarik” Dasco dulu, bisa jadi tokoh itu tak tahu kemana tujuannya.

Setelah menetapkan Cak Imin dan Dasco sebagai dua kancil, Prabowo menunjuk Bahlil sebagai kancil ketiga. “Kancil ketiga mungkin Ketum Golkar itu,” katanya sambil mengarah ke Bahlil, yang langsung disambut tawa.

Menutup candaan soal trio itu, Prabowo memperingatkan bahwa jika ketiga kancil ini berkumpul dalam satu forum, situasi akan menjadi “bahaya.” Pernyataan itu disambut tawa dan tepuk tangan peserta Harlah.

Apresiasi atas Kaus "Prabowonomics"

Dalam bagian lain pidatonya, Prabowo mengaku terharu melihat kader PKB mengenakan kaus bertuliskan “Prabowonomics.” Presiden mengatakan bahwa penghormatan semacam itu terasa istimewa, bahkan tidak pernah diberikan oleh kader Partai Gerindra sendiri kepada dirinya.

Prabowo menutup pidatonya dengan memuji PKB sebagai partai yang memiliki keunggulan dalam membangun tradisi politik dan hubungan yang kuat dengan para pemimpinya. “Ini partai lain perlu belajar dari PKB ini. Ini ada kelebihan-kelebihan.

Mungkin Gus Dur lagi lihat dari atas itu,” katanya sambil merujuk pada pendiri PKB, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, yang wafat tahun 2009. Pernyataan itu disambut tepuk tangan meriah dari peserta Harlah PKB.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda