Jumat, 24 Juli 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Pulang Malam dan Takut Dibegal, Warga Bandung Ini Minta Dikawal Polisi

Mobil patroli polisi berjaga di jalanan malam hari di Bandung
Ilustrasi layanan pengawalan polisi untuk warga yang merasa terancam di malam hari. (Ilustrasi: AI)

Warga Kota Bandung belakangan ini hidup dalam bayang-bayang ketakutan setiap kali harus melintasi jalanan di malam hari. Rasa cemas itu bukan sekadar desas-desus, melainkan realitas pahit yang memaksa pekerja sif malam mencari perlindungan ekstra hingga meminta pengawalan polisi demi bisa sampai ke rumah dengan selamat.

Siti Nuraziza (25) adalah salah satu yang merasakannya langsung. Rabu malam lalu, ia terjebak dalam dilema klasik: harus pulang kerja melewati kawasan Rajawali, namun nyalinya ciut gara-gara pengalaman melihat sekelompok pengendara motor berperilaku mencurigakan malam sebelumnya.

Daripada ambil risiko jadi korban begal, Siti memutuskan mengambil langkah yang tidak biasa bagi warga sipil kebanyakan.

Pukul 21.48 WIB, jemarinya gemetar menekan angka 110 di ponsel. Ia memberanikan diri meminta bantuan pengawalan. Suaranya terdengar cemas saat menjelaskan posisi dan ketakutannya kepada operator layanan darurat. Panggilan tersebut diteruskan ke Polsek Andir sebagai otoritas wilayah setempat.

Sembari menunggu, waktu terasa berjalan sangat lambat. Siti bahkan sempat melontarkan ide untuk berlindung di kantor pemadam kebakaran jika polisi tak kunjung datang.

Penantian di Bawah Lampu Jalan

Butuh waktu 40 menit bagi petugas untuk mencapai titik koordinat Siti. Bukan cuma sekali, ia harus menelpon petugas sebanyak tiga kali untuk memastikan permintaan bantuan tersebut benar-benar direspon. Kesabaran itu terbayar saat lampu sirine biru mulai membelah kesunyian malam di Rajawali.

Petugas kepolisian hadir tepat waktu untuk mengawal Siti dan rekannya menuju rumah mereka di kawasan Cibaduyut dan Kopo.

“Tadinya sudah putus asa. Saya bilang, ‘Udahlah kita ke Damkar aja kalau enggak ada.’ Eh habis ngomong gitu polisinya datang,” kata Siti saat mengisahkan detik-detik menegangkan itu, Kamis (23/7). Kehadiran personel di sana bukan sekadar pajangan. Mereka memastikan perjalanan pulang benar-benar bebas dari gangguan orang asing yang berniat jahat.

Pengalaman ini meninggalkan trauma sekaligus kesadaran baru bagi Siti. Sekarang, ia lebih memilih tidur di kantor daripada harus bertaruh nyawa di jalan raya saat jarum jam melewati angka sepuluh. Baginya, situasi keamanan kota sudah sampai di titik yang membuat mobilitas warga terganggu secara ekstrem.

Penerangan Jalan dan Rasa Aman

Kondisi jalanan Bandung di malam hari memang punya andil besar dalam menebar teror. Ruas-ruas jalan yang minim penerangan sering kali menjadi tempat persembunyian empuk bagi para pelaku kejahatan. Situasi gelap menciptakan ruang kosong yang bikin pengendara motor sendirian—atau kelompok kecil—merasa terancam setiap detik.

Siti pun buka suara soal infrastruktur kota. Baginya, tugas aparat bukan satu-satunya solusi. Pemerintah daerah seharusnya mulai melirik kembali kondisi lampu jalan yang mati atau redup. Jalan yang terang benderang bisa jadi pencegah alami bagi pelaku kriminal untuk beraksi. Saat jalan gelap, mental warga pun langsung jatuh sebelum bertemu siapa pun.

“Harapannya sih begal-begalnya enggak ada aja, soalnya meresahkan. Orang yang keluar malam kan enggak semuanya macam-macam, banyak yang cari rezeki. Jadi jangan ganggu orang yang lagi cari rezeki,” ujar Siti dengan nada tegas. Bagi pekerja seperti Siti, kehadiran aparat yang responsif adalah tumpuan satu-satunya agar ruang publik tidak sepenuhnya dikuasai oleh mereka yang ingin berbuat jahat.

Kini, Polrestabes Bandung sendiri tengah meningkatkan patroli di titik-titik yang dianggap rawan. Namun, bagi masyarakat, pengawalan individual seperti yang dialami Siti menunjukkan bahwa rasa aman di Bandung sudah menjadi barang mewah yang harus diperjuangkan dengan panggilan darurat.

Belum ada kepastian kapan fenomena begal ini akan tuntas, tapi yang jelas, warga kini tak lagi mau diam menunggu nasib buruk menjemput di tengah jalanan gelap.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda