Sabtu, 25 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Trump akan bertemu Netanyahu di tengah eskalasi Iran

Trump dan Netanyahu akan bertemu di Gedung Putih saat eskalasi Iran
Trump dan Netanyahu dijadwalkan bertemu di Gedung Putih pada Selasa di tengah pembahasan soal Iran, menurut kantor perdana menteri Israel. (Ilustrasi: AI)

WASHINGTON — Trump dan Netanyahu akan bertemu di Gedung Putih pada Selasa, menurut pernyataan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Pertemuan itu datang saat Donald Trump disebut sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan operasi tempur besar di Iran.

Langkah ini penting. Soalnya, keputusan soal Iran bisa bergerak cepat, dan pertemuan di Washington berpotensi ikut menentukan koordinasi dua negara itu.

Trump dan Netanyahu bertemu di tengah hitungan soal Iran

Dalam laporan Axios, Trump disebut sedang mempertimbangkan kembali operasi tempur besar di Iran yang kemungkinan mencakup kampanye militer gabungan bersama Israel, serupa dengan peluncuran Operation Epic Fury pada 28 Februari. Karena itu, agenda Netanyahu di Washington dibaca sebagai momen yang sensitif, bukan sekadar kunjungan biasa.

Kantor Netanyahu menyatakan, “At President Trump’s invitation, Prime Minister Benjamin Netanyahu will depart for Washington on Monday for an official visit,”. Dalam pernyataan yang sama, kantor perdana menteri Israel menambahkan bahwa Netanyahu akan bertemu Trump di Gedung Putih pada Selasa dan menghadiri upacara pemakaman Senator Lindsey Graham.

Netanyahu, menurut kantor itu, akan berangkat ke Washington pada Senin. Detail ini membuat kunjungan tersebut tampak terikat pada agenda resmi, sekaligus pada dinamika yang lebih lebar di Washington dan Timur Tengah. Tidak ringan.

Mengapa pertemuan ini jadi sorotan

Axios menulis bahwa Netanyahu telah bertemu Trump di Oval Office enam kali sejak Trump kembali menjabat satu setengah tahun lalu, lebih banyak daripada pemimpin dunia lain. Namun suasana politik di Washington sekarang jauh dari ramah bagi Netanyahu.

Ia disebut sangat tidak populer di Washington, baik di kalangan Demokrat, lingkaran dekat Trump, maupun basis MAGA. Itu membuat pertemuan kali ini punya bobot politik yang berbeda. Bukan cuma soal hubungan pribadi dua pemimpin, tapi juga bagaimana Gedung Putih membaca risiko dari arah eskalasi berikutnya.

Trump sendiri, menurut Axios, pekan lalu sempat menerima pertanyaan soal kemungkinan bertemu Netanyahu jika sang perdana menteri datang ke kota untuk upacara pemakaman Graham. Seorang pejabat Gedung Putih pada Rabu juga mengatakan ada pembahasan tentang kemungkinan pertemuan di Oval Office, meski belum ada jadwal yang ditetapkan saat itu.

Pada Kamis, Trump mengatakan kepada Axios bahwa ia akan bertemu Netanyahu jika sang perdana menteri berada di kota untuk upacara pemakaman Senator Graham. Pernyataan itu kini sejalan dengan pengumuman resmi dari kantor Netanyahu.

Soal jadwal, bukan sekadar protokol

Di lapangan diplomatik, tanggal dan jam bisa berubah menjadi sinyal. Axios mencatat bahwa kehadiran Netanyahu di Washington minggu depan dapat mengisyaratkan belum akan ada eskalasi besar sebelum kunjungan itu berlangsung.

Namun ada catatan lain yang membuat semuanya lebih rumit. Dalam putaran eskalasi sebelumnya dengan Iran, baik Amerika Serikat maupun Israel pernah mengeluarkan pernyataan soal kunjungan tingkat tinggi sebagai bagian dari upaya tipu daya sebelum serangan militer terhadap Iran. Artinya, publik dan lawan politik sama-sama membaca pengumuman resmi dengan kacamata waspada.

Bagi Gedung Putih, pertemuan ini memberi ruang untuk menyamakan langkah. Bagi Israel, ini kesempatan langsung untuk menyampaikan posisi sebelum keputusan lebih besar diambil. Dan bagi pasar serta pengamat keamanan, arah pembicaraan Trump dan Netanyahu bisa menjadi petunjuk awal soal apakah situasi akan mereda atau justru bergerak ke tahap berikutnya.

Kantor Netanyahu menyebut sang perdana menteri juga akan menghadiri upacara pemakaman Senator Lindsey Graham. Setelah itu, perhatian akan tertuju ke Gedung Putih, tempat keputusan yang lebih keras tentang Iran bisa saja dibahas di balik pintu tertutup.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda