JAKARTA — Peran ayah dalam pengasuhan bayi bukan sekadar pelengkap. Keterlibatan aktif sejak hari-hari pertama kelahiran ternyata membawa dampak signifikan terhadap perkembangan emosional, sosial, dan kesehatan mental anak di masa depan.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) terus mendorong paradigma baru ini. Berbagai penelitian menunjukkan: anak yang mendapat perhatian konsisten dari ayah mengalami perkembangan otak lebih optimal, kemampuan komunikasi lebih baik, dan rasa percaya diri lebih kuat saat tumbuh dewasa.
Bonding atau ikatan batin adalah hubungan emosional yang terjalin antara orang tua dan anak. Proses ini dimulai sejak bayi masih dalam kandungan, terus berlanjut setelah lahir. Semakin sering bayi mendapat perhatian, sentuhan, dan interaksi positif dari ayah, semakin kuat rasa aman yang dimilikinya.
Sentuhan Hangat, Bukan Hadiah Mahal
Masih banyak asumsi bahwa merawat bayi sepenuhnya tanggung jawab ibu. Kenyataannya, bonding tidak membutuhkan hadiah mahal atau waktu berjam-jam. Ikatan kuat lahir dari rutinitas sederhana yang dilakukan konsisten: sentuhan hangat, tatapan mata, pelukan, dan suara ayah yang menjadi stimulasi awal bagi bayi untuk mengenali dan merasa dekat dengan sosok ayahnya.
Bagi keluarga modern yang sibuk, pemahaman ini membuka harapan. Artinya, ayah tidak perlu mengorbankan karir untuk membangun kedekatan dengan anak.
Skin-to-Skin Contact: Langkah Pertama
Salah satu cara paling efektif adalah melakukan skin-to-skin contact—memeluk bayi dengan dada bersentuhan langsung dengan kulit. Kontak ini membantu menstabilkan suhu tubuh, detak jantung, dan pernapasan bayi, sekaligus memberikan rasa nyaman dan aman.
Momen sederhana ini menjadi awal sempurna membangun kedekatan emosional sejak hari-hari pertama kelahiran.
Melibatkan Diri dalam Rutinitas Harian
Ayah dapat ikut memandikan bayi, mengganti popok, menenangkan ketika menangis, atau membantu menidurkan di malam hari. Aktivitas sehari-hari tersebut membuat bayi semakin akrab dengan aroma, suara, dan sentuhan ayah—bahan baku kepercayaan.
Kehadiran konsisten dalam momen kecil ini jauh lebih bermakna daripada kunjungan sporadis.
Suara Ayah Sebagai Pengenal Awal
Meski belum memahami makna kata, bayi mampu mengenali suara orang-orang terdekat. Biasakan mengajak bayi berbicara, membacakan cerita, atau menyanyikan lagu sebelum tidur. Kebiasaan ini tidak hanya mendukung perkembangan bahasa anak, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara ayah dan anak.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.