Detail yang paling menarik dari proyek baru ini
Dalam obrolan yang sama, Taupin juga mengaku punya fobia besar terhadap laut terbuka. Ia hampir tenggelam dua kali dalam hidupnya, bahkan mimpi buruk tentang tsunami dan badai masih menghantuinya. Baginya, laut adalah sesuatu yang indah sekaligus kejam.
Wolfington mengatakan Taupin bahkan membuka cerita soal makna di balik judul lagu utama. “The sea truly terrifies him as well as does open water—beautiful and cruel. Bernie almost drowned twice in his life, once with his life flashing before him. He has nightmares about tsunamis and the storm. The last scene in [the film] The Perfect Storm is a depiction of his worst nightmare.”
Ia juga menyinggung satu hal yang jarang diketahui publik: Taupin tidak suka disebut penyair. “Do not call him a poet! He mentions that this is a thorn in his paw. He feels poetry and writing lyrics are completely different artforms,” Webb says.
Di sisi lain, Taupin ternyata juga mengagumi generasi baru. Ia disebut sebagai penggemar Olivia Rodrigo, sesuatu yang memperlihatkan bagaimana penulis lirik lintas zaman bisa saling membaca era masing-masing tanpa harus berjarak. Dan saat bicara soal karya untuk Elton John, Taupin mengingatkan bahwa Tiny Dancer bukan hit besar sebelum dipakai dalam Almost Famous.
Ia juga menyebut dirinya dan Elton umumnya bersedia melisensikan musik mereka, sebuah sikap yang disambut hangat oleh Wolfington dan Webb yang bekerja di ranah music supervision. Di ujung obrolan, Taupin bahkan membocorkan asal-usul judul The Bitch Is Back dan siapa yang dimaksud sebagai “bitch” di balik lagu itu.
Album barunya belum rilis, tapi jejaknya sudah terasa jelas: seorang penulis lagu yang selama ini berada di balik sorotan kini memilih bicara dengan suaranya sendiri, lewat 10 lagu yang lahir dari ingatan, luka, dan umur panjang yang ia bawa ke studio.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.