PEKANBARU — harimau Sumatra terpantau di Pulau Burung, Indragiri Hilir, setelah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau menemukan jejak kaki baru di Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung. Temuan ini membuat tim turun lagi ke lapangan dengan kamera jebak dan drone untuk membaca pergerakan satwa liar tersebut.
Jejak yang diidentifikasi Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) itu memiliki ukuran telapak kaki sepanjang 14 centimeter dan lebar 13 cm. Dari titik itulah petugas mulai menata langkah pemantauan yang lebih rapat. Cepat. Karena ruang gerak satwa dan manusia sama-sama terbatas di kawasan itu.
Jejak baru, pemantauan diperketat
Kepala Balai Besar KSDA Riau Supartono mengatakan, tim menemukan jejak baru harimau Sumatra saat melakukan identifikasi di lokasi. Setelah itu, petugas memasang camera trap dan menerbangkan drone di sekitar area temuan untuk melihat arah gerak satwa dan memastikan titik yang perlu diawasi lebih ketat.
Menurut Supartono, langkah itu diambil untuk menindaklanjuti laporan adanya interaksi negatif antara manusia dan harimau Sumatra. Laporan yang masuk menyebut satwa itu masuk ke permukiman warga dan menerkam ternak pada Jumat 24/7. Informasi semacam ini biasanya jadi sinyal awal yang tidak boleh diabaikan. Soalnya, satu titik pertemuan bisa berubah jadi konflik yang lebih luas.
Data lapangan menjadi penting di sini. Jejak kaki 14 centimeter dan lebar 13 cm bukan sekadar angka teknis. Bagi petugas, ukuran itu membantu memperkuat identifikasi, membaca kemungkinan ukuran individu, dan menilai apakah jejak baru itu masih segar atau sudah tertinggal beberapa waktu. Dari sana, tim bisa menentukan langkah mitigasi berikutnya tanpa menebak-nebak.
Warga diminta waspada di kebun dan kandang ternak
BBKSDA Riau juga menurunkan tim WRU untuk pengecekan dan mitigasi di sekitar lokasi. Bersamaan dengan itu, petugas melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta perangkat desa. Arahnya jelas: warga diminta lebih waspada saat beraktivitas di kebun maupun di sekitar titik kemunculan satwa.
Dalam laporan pembanding ANTARA, Supartono juga menyarankan ternak sapi dan kambing dikandangkan agar tidak memancing harimau mendekat ke permukiman. Petugas bahkan mendorong pembuatan meriam spritus untuk menghalau kemunculan harimau supaya kembali ke habitatnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.