Jumat, 31 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

FIFA Investigasi AFA dan Pemain Buntut Kericuhan Final Piala Dunia 2026

FIFA Investigasi AFA dan Pemain Buntut Kericuhan Final Piala Dunia 2026
FIFA Investigasi AFA dan Pemain Buntut Kericuhan Final Piala Dunia 2026

Pesta sepak bola dunia yang seharusnya berakhir dengan gegap gempita trofi, justru menyisakan borok yang kini dibedah FIFA. Zurich menjadi saksi bisu saat otoritas tertinggi sepak bola dunia itu mengumumkan proses disiplin berskala besar pada Rabu, 29 Juli 2026. Sasaran utamanya tak main-main: Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) beserta sejumlah pemain dan staf pelatih mereka.

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Komite Disiplin FIFA bereaksi keras setelah melihat lapangan hijau berubah menjadi arena perkelahian massal sesaat setelah peluit panjang final Piala Dunia 2026 berbunyi.

Pertandingan puncak pada 19 Juli 2026 itu berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan Spanyol. Alih-alih merayakan sportivitas, para pemain justru terlibat konfrontasi fisik yang melibatkan ofisial dari kedua tim.

Daftar Hitam Pemain dan Tuduhan Berat

Penyelidikan kali ini tidak hanya menyasar federasi secara kolektif, tetapi juga menyasar individu-individu yang dianggap menjadi pemantik kekacauan. Dokumen dari Jaksa Pendisiplinan dan Etika FIFA mencatat daftar tuduhan yang cukup panjang. Nama-nama besar yang biasanya dipuja jutaan penggemar kini harus berurusan dengan meja hijau FIFA.

Leandro Paredes berada dalam posisi yang paling terjepit. Ia menghadapi tiga tuduhan spesifik terkait penyerangan. Tidak jauh berbeda, Nahuel Molina juga harus memberikan keterangan atas dua tuduhan serupa, termasuk percobaan penyerangan fisik di tengah lapangan.

Belum lagi Roberto Ayala, asisten pelatih Argentina, yang terseret dengan satu tuduhan terkait perilaku agresif yang mencoreng wajah tim pelatih.

Di pihak lain, Thiago Almada turut dipanggil untuk mempertanggungjawabkan tindakan yang dikategorikan sebagai perilaku tidak sportif. Mengejutkannya, gelandang andalan Spanyol, Gavi, ternyata tidak luput dari bidikan. Gavi ikut terseret dalam proses disipliner ini, mengindikasikan bahwa ketegangan di lapangan memang melibatkan kedua belah pihak yang berseteru hebat pada malam itu.

Beban Tanggung Jawab AFA

Posisi AFA sebagai federasi kini berada di ujung tanduk. FIFA tidak hanya melihat aksi individu pemain, tetapi juga menyoroti kegagalan pengawasan dari pihak federasi. Spektrum pelanggaran yang diperiksa mencakup ketidakpatuhan terhadap protokol keamanan hingga insiden memalukan lainnya, seperti teriakan diskriminatif dan pelemparan benda dari tribun suporter.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda