Sabtu, 1 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

7 Khasiat Buah Matoa, Ampuh Tingkatkan Imun Tubuh

Buah matoa kaya vitamin C dan antioksidan
Buah matoa dikenal punya kandungan vitamin C dan antioksidan yang menarik untuk pola makan sehat. (Ilustrasi: AI)

Peradangan memang bagian alami saat tubuh melawan infeksi atau memperbaiki jaringan. Masalahnya, kalau berlangsung lama, peradangan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Di titik ini, kandungan bioaktif matoa menjadi relevan sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.

Manfaat buah matoa untuk jantung, mata, dan kulit

Jantung memerlukan perlindungan dari stres oksidatif agar fungsi pembuluh darah tetap terjaga. Buah matoa mengandung flavonoid dan polifenol yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan, dan berbagai penelitian menunjukkan kedua senyawa itu dapat membantu melindungi sel dan jaringan pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas.

Meski begitu, bahan sumber menegaskan belum ada penelitian klinis yang secara khusus membuktikan konsumsi buah matoa dapat menurunkan risiko penyakit jantung pada manusia. Jadi, posisinya masih sebatas potensi dukungan, bukan pengganti langkah medis.

Untuk mata, buah matoa mengandung vitamin C dan vitamin E yang berperan sebagai antioksidan dan membantu melindungi jaringan mata dari kerusakan akibat radikal bebas. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients tahun 2022 menyebutkan bahwa kedua vitamin itu berkontribusi dalam menjaga kesehatan mata dengan mengurangi kerusakan oksidatif pada jaringan mata.

Kulit juga mendapat sorotan. Paparan sinar matahari dan polusi bisa mempercepat penuaan kulit, dan vitamin C dalam matoa berperan dalam pembentukan kolagen, protein yang membantu menjaga elastisitas serta kekuatan kulit. Flavonoid dan polifenolnya ikut membantu melindungi sel kulit dari stres oksidatif.

Potensi buah matoa untuk gula darah

Satu lagi yang sering dibahas adalah flavonoid pada buah matoa. Senyawa bioaktif ini banyak diteliti karena berpotensi membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dengan menghambat kerja enzim α-glukosidase di usus.

Enzim itu memecah karbohidrat menjadi glukosa agar bisa diserap ke aliran darah. Saat aktivitasnya dihambat, penyerapan glukosa berlangsung lebih lambat sehingga lonjakan gula darah setelah makan dapat ditekan. Ini alasan matoa menarik diperhatikan dalam konteks pola makan sehari-hari, terutama karena bahan sumber menempatkannya sebagai buah dengan kandungan bioaktif yang beragam.

Buah matoa pun tidak hanya dikenal karena rasa manisnya. Di satu sisi, ia memberi sensasi buah tropis yang mudah disukai. Di sisi lain, ada rangkaian nutrisi yang membuatnya punya ruang dalam pembahasan soal kesehatan, dari imun tubuh, antioksidan, sampai perlindungan kulit dan mata.

Kalau tren konsumsi buah lokal terus naik, matoa berpeluang semakin sering muncul di meja makan, pasar tradisional, hingga toko buah di berbagai daerah. Dan di sana, perannya cukup jelas: menjadi salah satu buah yang dicari bukan cuma karena enak, tapi juga karena nilai gizinya yang makin diperhitungkan.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda