“Negara berpotensi menghadapi ancaman musim El Niño yang dapat berdampak pada ketersediaan air dan bahan baku pangan,” paparnya mengingatkan para kader soal urgensi ini.
Peran DPRD, menurut Mardiono, menjadi garda terdepan untuk memastikan pemerintah daerah siap siaga. Regulasi yang lahir dari ruang-ruang rapat dewan harus memiliki sensitivitas tinggi terhadap kondisi krisis. Ia meminta setiap fraksi PPP untuk memastikan adanya program-program konkret yang mampu menahan dampak kekeringan bagi petani dan masyarakat umum.
Konsolidasi Menuju Aksi Nyata
Bimtek ini bukan hanya ajang seremonial tahunan. Di balik forum ini, PPP mencoba mengorkestrasi kekuatan mereka di tingkat lokal. Dengan koordinasi yang lebih solid antar-fraksi, partai berharap setiap kebijakan yang mereka usulkan di daerah memiliki napas perjuangan yang sama. Keselarasan antara pusat dan daerah menjadi kunci utama.
Mardiono berharap kegiatan ini mampu membekali para kader dengan strategi matang. Anggota dewan yang responsif adalah modal bagi PPP untuk menjaga kepercayaan publik. Di tengah beragam tantangan ekonomi dan cuaca yang tidak menentu, keberpihakan pada rakyat adalah instrumen paling efektif untuk membuktikan eksistensi partai.
Seusai acara, para peserta tampak bergegas untuk kembali ke daerahnya masing-masing dengan membawa daftar tugas baru. Tantangan menghadapi El Niño dan tuntutan untuk memperkuat fungsi pengawasan kini menjadi beban yang harus mereka terjemahkan ke dalam tindakan nyata di kursi DPRD setempat.
Mardiono sendiri telah memberi sinyal, ia akan memantau kinerja para kadernya secara berkala di masa mendatang.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.