Dompet warga Jakarta dan sekitarnya bisa sedikit lebih lega per hari ini, Sabtu, 1 Agustus 2026. PT Pertamina Patra Niaga resmi memangkas harga jual sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Langkah korporasi ini hadir tepat saat pergantian bulan, memberikan sentimen positif bagi konsumen yang kerap mengandalkan produk bahan bakar dengan angka oktan tinggi.
Tidak tanggung-tanggung, tiga produk andalan Pertamina mengalami koreksi harga. Pertamax Turbo yang sebelumnya dipatok Rp19.300 per liter kini turun tajam menjadi Rp18.300 per liter. Begitu pula dengan Pertamax Green 95 yang turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter.
Untuk Pertamax (RON 92) yang paling banyak digunakan masyarakat umum, harga kini menyentuh angka Rp15.950 per liter, lebih rendah dari harga bulan lalu yang berada di posisi Rp16.250 per liter.
Pertimbangan Harga Minyak Dunia
Penurunan harga ini bukan tanpa alasan. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, membeberkan dapur pacu kebijakan ini. Menurutnya, manajemen perusahaan rutin meninjau rata-rata harga minyak mentah di pasar global. Mereka juga menghitung dampak fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang seringkali menjadi penentu biaya produksi energi.
Pihak Pertamina menyatakan bahwa penyesuaian ini sejalan dengan arahan pemerintah. Mereka berupaya mencari titik tengah agar operasional perusahaan tetap sehat, namun daya beli masyarakat tidak tertekan terlalu dalam.
“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat,” terang Kitty dalam keterangan resmi yang diterima wartawan, Jumat (31/7/2026).
Angka penurunan tersebut berlaku spesifik di wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar lima persen, termasuk DKI Jakarta. Masyarakat di daerah lain mungkin akan mendapati perbedaan harga yang tipis, namun pola penurunannya tetap seragam mengikuti kebijakan pusat.
Ini adalah upaya nyata Pertamina menjaga ketersediaan energi nasional tetap stabil sekaligus memastikan distribusi ke pelosok negeri berjalan lancar tanpa kendala teknis.
Manfaatkan MyPertamina untuk Hemat Lebih
Meski harga sudah turun, Pertamina tidak berhenti memberikan insentif bagi pelanggan setia. Perusahaan pelat merah ini terus mendorong penggunaan aplikasi MyPertamina di setiap transaksi di SPBU. Langkah ini diambil untuk mendigitalisasi layanan sekaligus mempermudah masyarakat mengakses promo-promo menarik.
Bagi mereka yang jeli, transaksi menggunakan MyPertamina bisa membuka peluang mendapatkan keuntungan tambahan. Ada program cashback, potongan harga langsung, hingga bonus poin loyalitas yang bisa ditukarkan kembali dengan berbagai penawaran menarik. Komitmen ini, menurut Kitty, adalah cara perusahaan memberikan nilai tambah bagi pelanggan di luar sekadar menjual bahan bakar berkualitas.
Pihak Pertamina menyarankan masyarakat untuk tidak ragu mengecek harga secara berkala. Semua perubahan informasi harga, lokasi SPBU terdekat, hingga detail promo bisa diakses melalui situs resmi Pertamina Patra Niaga.
Jika masih merasa bingung atau menemui kendala di lapangan, pelanggan bisa langsung menghubungi Pertamina Call Center di nomor 135. Layanan ini aktif 24 jam untuk melayani keluhan maupun sekadar menanyakan ketersediaan stok di wilayah tertentu.
Dengan adanya penurunan harga ini, diharapkan gairah mobilitas masyarakat tetap terjaga. Pertamina sendiri terus memantau pergerakan harga pasar internasional. Jika tren harga minyak terus melandai ke depannya, tidak tertutup kemungkinan akan ada evaluasi lebih lanjut pada bulan-bulan berikutnya agar harga BBM tetap relevan dengan kondisi ekonomi nasional terkini.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.