Sabtu, 1 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Perang Iran Bisa Meluas Drastis, Miller Peringatkan Serangan AS

Perang Iran Bisa Meluas Drastis, Miller Peringatkan Serangan AS
Perang Iran Bisa Meluas Drastis, Miller Peringatkan Serangan AS

JAKARTA — perang Iran bisa meluas drastis jika Amerika Serikat melancarkan serangan baru ke Iran, kata Aaron David Miller, senior fellow di Carnegie Endowment for International Peace. Peringatan itu muncul saat laporan menyebut Presiden Donald Trump telah memerintahkan gelombang serangan baru yang bisa dimulai secepatnya akhir pekan ini.

Perkembangan ini penting karena setiap langkah militer baru berpotensi mendorong konflik keluar dari batas yang sudah rapuh. Miller menilai serangan terbatas tidak akan cukup untuk mengubah kalkulasi Teheran, sementara eskalasi ulang justru bisa membuat jalan menuju gencatan senjata Gaza makin jauh.

Serangan baru dan risiko perluasan konflik

Miller berbicara dalam edisi malam program Bloomberg Balance of Power bersama Joe Mathieu dan Kailey Leinz. Dalam penjelasannya, ia menyoroti kemungkinan bahwa AS dan Israel mempertimbangkan target infrastruktur energi Iran.

Isu itu membuat situasi makin sensitif. Infrastruktur energi bukan sekadar sasaran militer biasa. Bila benar menjadi target, dampaknya bisa meluas ke pasar energi, stabilitas regional, dan respons balasan dari pihak Iran.

Miller menyebut serangan yang terbatas sulit mengubah hitungan politik dan keamanan di Teheran. Artinya, tekanan militer singkat belum tentu menghasilkan perubahan yang diharapkan Washington. Justru, kata dia, risiko pembalasan dan pelebaran konflik tetap terbuka.

Gaza ikut terdorong menjauh dari damai

Pernyataan Miller juga menyambungkan konflik Iran dengan upaya meredakan perang di Gaza. Ia menilai, jika eskalasi kembali terjadi, peluang menuju gencatan senjata akan makin kecil. Hubungan dua isu ini tidak terpisah. Ketegangan dengan Iran bisa memengaruhi perhitungan politik Israel, begitu juga arah kebijakan Washington.

Ini yang membuat langkah berikutnya begitu penting. Jika laporan soal serangan baru benar terjadi, efeknya tidak berhenti pada satu front saja. Konflik bisa menyebar ke wilayah lain, memperumit diplomasi, dan mengunci para pihak dalam logika balasan yang sulit dihentikan.

Bagi pembaca, dampaknya terasa pada dua jalur sekaligus: risiko keamanan di Timur Tengah dan ketidakpastian yang bisa merembet ke harga energi serta sentimen pasar global. Saat wacana serangan energi Iran muncul, setiap sinyal dari Washington dan Tel Aviv akan dibaca sangat ketat oleh pasar dan pemerintah di kawasan.

Bloomberg melaporkan bahwa serangan baru itu bisa dimulai secepatnya akhir pekan ini. Di titik itu, peringatan Miller menjadi relevan karena satu keputusan militer bisa mengubah peta konflik yang sudah rumit menjadi jauh lebih luas.

Washington, Teheran, dan tekanan yang belum reda

Dalam kerangka ini, komentar Miller memperlihatkan satu hal sederhana: serangan terbatas bukan jaminan hasil terbatas. Teheran masih bisa membaca langkah itu sebagai eskalasi baru, lalu merespons dengan cara yang memperluas konflik. Dan di saat yang sama, ruang untuk diplomasi Gaza ikut menyempit.

Laporan Bloomberg tidak memuat keputusan akhir soal serangan itu, tetapi menyebut pembahasan mengenai target infrastruktur energi Iran sedang berada di meja perhitungan. Sementara itu, perdebatan soal risiko politik dan militer terus mengiringi setiap opsi yang dipertimbangkan pemerintahan Trump.

Jika gelombang baru benar dimulai akhir pekan ini, fokus dunia akan segera bergeser ke satu pertanyaan yang sama: apakah ini serangan yang dibatasi, atau awal dari perang Iran yang lebih luas.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda