Senin, 3 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Chevrolet Camaro 1968 dari Fast 7 Dijual, Dibidik Harga Enam Digit

Chevrolet Camaro 1968 dari Fast 7 dipajang untuk calon pembeli
Chevrolet Camaro 1968 yang tampil di Furious 7 kini ditawarkan ke pembeli di Australia Selatan. (Ilustrasi: AI)

ADENLAIDE — Chevrolet Camaro 1968 yang tampil di film ketujuh waralaba The Fast and Furious kini ditawarkan kepada calon pembeli di sebuah kota di tenggara Adelaide. Mobil ikonik itu bukan sekadar barang koleksi; ia datang dengan riwayat layar lebar, jejak set, dan perhatian besar dari para penggemar.

Mobil yang pernah dikendarai Tyrese Gibson, pemeran Roman Pearce, itu sekarang dimiliki seseorang yang memenangkannya lewat undian pada early 2025. Sejak saat itu, mobil ini juga sempat dipakai berkendara di jalan-jalan Adelaide sebelum pemiliknya menunjuk Collectable Classics untuk membantu penjualan.

Chevrolet Camaro 1968 dari Furious 7 diburu penggemar

Ben Finnis, direktur Collectable Classics, mengatakan mobil itu sudah dipasang di Strathalbyn, di tepi selatan Adelaide Hills, agar bisa dilihat calon pembeli. Respons publik ternyata cukup besar. “It’s been overwhelming … Saturday and Sunday we had people everywhere,” kata Finnis.

Mobil ini memang punya daya tarik yang sulit diabaikan. Di satu sisi, ada nilai nostalgia dari film blockbuster. Di sisi lain, ada statusnya sebagai Camaro tahun 1968 yang dibuat menyerupai model 1967, lengkap dengan plakat peringatan dan bekas tempur dari lokasi syuting. Bahkan, nomor adegannya masih terukir di bagian dalam kusen pintu.

Finnis menyebut mobil itu terdaftar di South Australia sebagai kendaraan setir kiri, sesuai kondisi penjualannya di Amerika. Agar bisa masuk aturan Australia, pemiliknya disebut telah menghabiskan about $25,000 untuk pekerjaan yang diperlukan. Angka itu memberi gambaran bahwa mobil film seperti ini tidak berhenti di urusan tampilan. Ada biaya tambahan yang harus disiapkan juga.

Secara mekanis, Camaro ini masih mempertahankan banyak unsur asli. Finnis menjelaskan, “1960s technology, so we call it miles per smiles, not the most fuel-efficient car,” lalu menambahkan bahwa mobil itu memakai mesin 350 cubic inch motor V8. Ia juga menyebut suaranya di knalpot terdengar sangat baik, dengan hanya beberapa perubahan minor dibanding mobil yang keluar dari lini produksi.

Soal harga, pemilik saat ini berani berharap pada “six-figure sum” untuk mobil unik tersebut. Nilai mobilnya sendiri dilaporkan sebesar $290,000 ketika dimenangkan lewat lotre. Bagi pasar mobil koleksi, kombinasi sejarah film, jumlah unit yang sangat terbatas, dan kondisi asli yang masih terjaga bisa menjadi penentu utama.

Finnis mengaku mobil itu sudah dipasarkan secara global dan memperkirakan penjualannya selesai dalam hitungan minggu. Ia juga tak menutup kemungkinan mobil ini kembali ke Amerika mengingat sejarahnya, meski mereka akan senang jika mobil tetap berada di South Australia atau Australia.

“We’ve done some exporting of cars, so you never know, the car might even go back to America obviously given its history, but we’d love it to say in South Australia or Australia,” ujarnya.

Mobil ini diyakini satu dari lima unit yang dibuat untuk Furious 7, film besar 2015 yang menjadi penampilan terakhir Paul Walker. Film itu selesai setelah kematiannya dalam kecelakaan mobil di Santa Clarita pada 2013, dengan saudara-saudaranya menggantikan posisi sebagai body double.

Riwayat itu membuat Camaro ini bukan cuma barang koleksi, tapi juga pengingat salah satu bab paling emosional dalam waralaba tersebut.

Di Strathalbyn, mobil itu sekarang menunggu pembeli yang bukan hanya sanggup membayar, tapi juga mau mengendarainya. Dan kalau target Finnis tercapai, Camaro ini bakal punya bab berikutnya segera—entah tetap di Australia Selatan, atau kembali menyeberang ke Amerika.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda