Senin, 3 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Menag: Indeks Kerukunan Beragam 2025 di Indonesia Tertinggi Sepanjang Sejarah

Menag: Indeks Kerukunan Beragam 2025 di Indonesia Tertinggi Sepanjang Sejarah
Menag: Indeks Kerukunan Beragam 2025 di Indonesia Tertinggi Sepanjang Sejarah

JAKARTAMenteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pencapaian luar biasa dalam perjalanan kerukunan umat beragama Indonesia. Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) pada 2025 mencapai 77,89 persen, angka tertinggi sejak Indonesia berdiri sebagai negara.

Nasaruddin mengumumkan capaian tersebut saat memberi sambutan dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026) malam. Ribuan umat dan tokoh lintas agama hadir secara langsung dalam perayaan yang meriah itu.

“Ikhtiar kita di dalam merawat kerukunan membuahkan hasil yang membanggakan. Indeks kerukunan umat beragama meningkat dari 76,47 pada tahun 2024 menjadi 77,89 pada tahun 2025. Tertinggi semenjak negeri ini berdiri,” ujar Nasaruddin dalam pidatonya.

Peningkatan indeks sebesar 1,42 poin ini melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2025 yang ditetapkan sebesar 76,47 persen. Capaian itu juga sudah mendekati target akhir RPJM tahun 2029 yang ditetapkan sebesar 78,25 persen.

Kesalehan Umat Juga Meningkat

Selain Indeks Kerukunan Umat Beragama, Menteri Agama menyampaikan bahwa Indeks Kesalehan Umat Beragama juga mengalami peningkatan signifikan. Indeks ini naik menjadi 84,20 persen pada 2025, mencerminkan tingkat ketaatan umat dalam beribadah yang semakin baik.

“Capaian ini juga melampaui target RPJM tahun 2025 dan telah mendekati target akhir tahun 2029. Tidak hanya itu, indeks kesalehan umat beragama juga meningkat menjadi 84,20 pada tahun 2025 ini,” jelas Nasaruddin.

Kedua peningkatan indeks tersebut menunjukkan bahwa upaya pemerintah—khususnya Kementerian Agama—dalam menjaga dan merawat kerukunan beragama telah memberikan dampak nyata bagi seluruh umat.

Simbol Persatuan di Tengah Keberagaman

Kehadiran ribuan umat dan tokoh agama dari berbagai keyakinan di Monas pada malam itu menjadi bukti konkret bahwa perbedaan agama bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan dengan baik. Suasana acara mencerminkan semangat kebersatuan yang kuat.

“Malam ini, ribuan umat dan para tokoh lintas agama berkumpul dalam satu majelis memanjatkan doa terbaik bagi negerinya. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia,” kata Nasaruddin dengan penuh apresiasi.

Ia juga menggambarkan Indonesia dengan kata-kata yang indah: “Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah di muka bumi ini, maka tidak boleh ada yang mengacak-acaknya.” Pernyataan itu menekankan pentingnya menjaga harmoni dalam keberagaman bangsa.

Peran Tokoh Agama Sangat Krusial

Dalam sambutannya, Nasaruddin menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tokoh agama yang telah konsisten dalam membina umat dan menjaga kerukunan bangsa. Menurutnya, kontribusi mereka sangat signifikan dalam mencapai angka tertinggi ini.

“Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh agama yang terus konsisten dalam membina umat hingga kerukunan bangsa tetap terawat. Ini penting karena kerukunan adalah modal dasar pembangunan,” ungkap Menag.

Peran tokoh agama dalam menyebarkan pemahaman toleransi dan saling menghormati dianggap sebagai fondasi utama yang memungkinkan peningkatan indeks kerukunan ini tercapai. Tanpa komitmen mereka, pencapaian luar biasa ini tidak akan terwujud.

Peningkatan indeks kerukunan umat beragama menjadi signal positif bahwa Indonesia terus berkembang sebagai negara yang pluralis namun tetap bersatu. Momentum ini perlu dijaga dan terus dikuatkan melalui dialog lintas agama, pemahaman bersama, dan tindakan nyata dari semua pihak untuk memastikan harmoni tetap terjaga di masa depan.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda