Ratusan relawan memadati Gedung Serbaguna MERR di kawasan Rungkut Asri Timur, Surabaya, Senin siang. Mereka berkumpul bukan untuk sekadar bersilaturahmi, melainkan menagih kepastian akan keberlangsungan program kerakyatan yang selama ini menyentuh sendi-sendi kehidupan warga.
Adela Kanasya Adies, anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur I yang mencakup Surabaya dan Sidoarjo, hadir di tengah-tengah mereka. Suasana cair, namun sarat dengan agenda politis yang konkret. Adela menegaskan komitmennya untuk tidak memutus rantai pengabdian yang selama ini dibangun oleh sang ayah, Adies Kadir.
Menjamin Keberlangsungan Program
Program-program pro-rakyat, terutama di sektor pendidikan, menjadi fokus utama dalam pertemuan itu. Adela secara tegas menyatakan bahwa ia tidak hanya akan menjaga apa yang sudah ada, tetapi berencana melakukan perluasan jangkauan agar manfaatnya dirasakan lebih banyak orang.
“Apa yang sudah dijalankan oleh ayah saya akan tetap kami lanjutkan. Seperti Program Indonesia Pintar (PIP) maupun KIP. Kalau memungkinkan, program-program itu akan kami tambah,” ujar Adela saat menyapa para relawan. Kalimat ini disambut riuh tepuk tangan warga yang hadir.
Bagi banyak warga Surabaya, PIP memang menjadi penyelamat untuk biaya pendidikan anak-anak mereka. Adela sadar betul bahwa menjaga koneksi dengan konstituen adalah kunci keberhasilan seorang wakil rakyat. Ia menolak menjadi sosok yang asing bagi masyarakat yang telah memberinya mandat di Senayan.
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya untuk merawat kepercayaan. Adela mengaku bangga bisa menjadi bagian dari komunitas Surabaya. Ia ingin memastikan bahwa langkahnya di parlemen tetap relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Kedekatan ini pun ia jadikan pondasi dalam menjalankan tugas sebagai anggota legislatif.
Saluran Aspirasi Terbuka
Adela paham betul bahwa dirinya tidak mungkin menemui setiap warga setiap saat. Kepadatan jadwal di Jakarta terkadang memaksa jarak fisik tak terelakkan. Namun, ia enggan memutus komunikasi dengan warga Surabaya maupun Sidoarjo. Ia menekankan bahwa pintu aspirasi tetap terbuka lebar.
Masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan, saran, maupun permohonan bantuan tidak perlu bingung. Jika tidak bisa bertatap muka secara langsung, mereka dipersilakan mendatangi Rumah Aspirasi yang telah disiapkan secara khusus. “Kalau sedang tidak bertemu saya secara langsung, masyarakat bisa menyampaikan aspirasi melalui Rumah Aspirasi kami,” kata Adela.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.