Angka korban dan arus balik masih berubah
Laporan awal menyebut sekitar 60.000 migran menyeberang dari Maroko ke Ceuta, dengan sedikitnya 67 orang tewas. Sumber lain, termasuk SCMP, menyebut jumlah korban jiwa naik menjadi sedikitnya 72 setelah lima jenazah tambahan ditemukan di pesisir Ceuta pada Minggu.
Perbedaan itu menunjukkan situasi di lapangan masih bergerak, sementara otoritas setempat terus menghitung korban dan menata kembali kontrol perbatasan.
SCMP juga melaporkan lebih dari 50.000 orang masuk ke Ceuta lewat darat dan laut, dan lebih dari 48.000 sudah kembali ke Maroko dalam 48 jam. Pejabat pemerintah Spanyol di Ceuta, Miguel Angel Perez, mengatakan lebih dari 1.000 orang telah mendapat perawatan kesehatan sejak Kamis. Ia menyebut keadaan kota memang membaik, tetapi pekerjaan untuk memulihkan normalitas belum selesai.
Ceuta punya posisi yang rumit. Wilayah itu berbatasan darat dengan Maroko dan terpisah dari daratan utama Spanyol oleh Selat Gibraltar. Meski bagian dari Spanyol, Ceuta punya pengecualian dari aturan biasa wilayah Schengen. Artinya, migran yang masuk ke sana tidak bisa begitu saja menyeberang ke Eropa daratan tanpa pemeriksaan tambahan.
Di Madrid, Pedro Sánchez menyebut arus masuk itu sebagai “an attack on Spain’s territorial integrity” dan berjanji memakai semua sumber daya negara untuk menjamin keamanan serta hidup berdampingan.
Menteri Luar Negeri Jose Manuel Albares menambahkan bahwa hampir semua orang yang masuk Ceuta sudah kembali ke Maroko. Tapi perdebatan politik belum reda.
Dari Washington, Trump, Vance, dan Mike Johnson terus mendorong narasi bahwa krisis migran Ceuta adalah bukti kegagalan kebijakan kiri di Eropa, dan isu itu tampaknya masih akan dipakai dalam pertarungan politik berikutnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.