Karena itu, langkah TikTok menyelesaikan tiga perkara ini bukan sekadar kabar administratif. Bagi perusahaan media sosial lain yang masih menghadapi gugatan, sinyalnya jelas: tekanan hukum belum mereda.
Jejak perkara di pengadilan Amerika
Perkara yang sama juga bergerak di jalur lain.
Dalam perkara pertama yang selesai di persidangan pada Maret, juri memutuskan ganti rugi sebesar $4.2 million terhadap Meta dan $1.8 million terhadap Google dalam kasus seorang perempuan yang mengatakan dirinya kecanduan platform media sosial sejak usia muda karena desain yang memancing perhatian.
TikTok dan Snap sudah lebih dulu menyelesaikan perkara itu sebelum sidang.
Gelombang gugatan tak berhenti di tingkat negara bagian California. Masih ada 2,600 perkara lain dengan tuduhan serupa yang diajukan individu, distrik sekolah, pemerintah daerah, dan negara bagian, dan semuanya masih bergulir di pengadilan federal California. Hampir setiap jaksa agung negara bagian juga menggugat perusahaan media sosial di pengadilan negara bagian masing-masing.
Bagi industri, penyelesaian tiga gugatan ini memperlihatkan bahwa jalur damai tetap dipilih di tengah risiko putusan juri yang tak mudah diprediksi. Bagi perusahaan, perkara-perkara semacam ini menyentuh pertanyaan yang lebih besar: sejauh mana desain platform bisa dianggap ikut bertanggung jawab atas kebiasaan pakai dan kesehatan mental remaja.
VanZandt menyebut kesepakatan itu masih harus dituangkan ke dalam dokumen tertulis. Sampai tahap itu tuntas, detail angka maupun syarat lainnya belum dibuka ke publik.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.