Selasa, 4 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

US House ethics panel recommends censuring North Carolina’s Chuck Edwards

Komite etik DPR AS rekomendasikan censure Chuck Edwards
Komite etik DPR AS merekomendasikan sanksi censure untuk Chuck Edwards setelah laporan soal perilaku terhadap staf perempuan. (Ilustrasi: AI)

WASHINGTON — Komite etik DPR AS merekomendasikan censure terhadap anggota Kongres Chuck Edwards dari North Carolina setelah menyimpulkan ia menciptakan lingkungan kerja yang bermusuhan dan melakukan pelecehan seksual terhadap dua staf perempuan muda. Rekomendasi ini muncul pada Senin, setelah penyelidikan bipartisan yang menyorot perilaku Edwards di kantornya.

Dalam laporan yang disetujui anggota Demokrat dan Republik di komite itu, Edwards dinilai memberi perhatian khusus, hadiah, dan perlakuan istimewa kepada dua staf yang tidak disebut namanya. Komite menyebut ada alasan kuat untuk percaya bahwa tindakan itu melanggar aturan DPR, meski mereka tidak menemukan bukti Edwards melakukan aktivitas seksual atau mengajukan ajakan seksual langsung.

Temuan komite etik dan langkah yang bisa diambil DPR

Komite menulis bahwa Edwards “fostered a hostile work environment and engaged in sexual harassment” dengan memilih dua staf muda itu untuk mendapat perlakuan berbeda. Mereka juga menyebut perilakunya membuat para staf lain tidak nyaman dan merusak hubungan kerja di kantor.

Menurut laporan itu, Edwards mengakui sebagian perilaku yang dipersoalkan bisa dianggap tidak pantas. Namun, komite menilai ia tidak mengakui, apalagi bertanggung jawab, atas dampak yang muncul.

Jika DPR menyetujui censure, Edwards harus berdiri di ruang utama sidang saat teks teguran dibacakan. Komite etik sendiri tidak punya wewenang menghukum anggota, jadi bola kini ada di DPR penuh.

Laporan itu juga menegaskan aturan DPR melarang pelecehan seksual dan pendekatan yang tidak diinginkan.

Komite bahkan menuliskan bahwa seorang anggota Kongres tidak seharusnya mengasingkan staf, memberi komentar berulang soal penampilan dan berat badan, mengirim pesan tengah malam, menulis pesan yang sangat personal dan tampak romantis, masuk ke acara pribadi tanpa undangan, membayar liburan pribadi, atau menghabiskan ribuan dolar untuk hadiah staf.

Detail perilaku yang disorot penyelidikan

Edwards masuk Kongres pada 2022 setelah mengalahkan Madison Cawthorn dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik. Saat membangun kantor barunya, ia menyerahkan banyak urusan perekrutan kepada kepala staf, tetapi tetap meminta masuknya tiga perempuan muda ke timnya, menurut laporan komite. Dua di antaranya adalah seorang perempuan yang masih kuliah dan seorang lagi yang berusia awal 20-an.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda