MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tancap gas dalam upaya menarik modal masuk ke wilayahnya. Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, secara langsung memimpin promosi potensi investasi daerah dalam ajang Apindo UMKM & Business Investment Expo 2026 yang digelar di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/8/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Kaltara tersebut menjadi sinyal kuat bahwa provinsi termuda ini serius memikat minat pelaku usaha, baik skala nasional maupun global. Zainal menegaskan, keikutsertaan daerah dalam pameran yang berlangsung selama dua hari pada 3–4 Agustus 2026 ini bukan sekadar ajang formalitas. Ini merupakan langkah taktis untuk membuka pintu kolaborasi ekonomi yang lebih luas.
Fokus Hilirisasi dan Energi Hijau
Dalam pertemuan dengan jajaran menteri kabinet, duta besar, hingga pimpinan dunia usaha nasional, Zainal menekankan dua sektor utama yang menjadi daya tawar Kaltara. Hilirisasi industri dan pengembangan energi hijau kini menjadi prioritas utama kebijakan ekonomi daerah.
Menurutnya, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan di Kaltara merupakan modal krusial untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi secara signifikan.
Dinamika hilirisasi di Kaltara diharapkan tidak hanya berfokus pada proyek bernilai investasi besar, tetapi juga memberi ruang bagi pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Zainal menjelaskan, produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang memiliki potensi ekspor tinggi turut dipamerkan untuk menjangkau pasar internasional yang lebih luas.
Bagi masyarakat setempat, langkah Pemprov Kaltara ini memiliki implikasi langsung. Dengan masuknya investor baru ke sektor hilirisasi dan energi hijau, diharapkan terjadi percepatan penyerapan tenaga kerja lokal. Pertumbuhan investasi yang konkret diproyeksikan mampu mendongkrak taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan tersebut dalam jangka panjang.
Pameran yang menjadi rangkaian dari Rakerkonas Apindo 2026 ini turut dihadiri oleh seluruh Ketua Apindo se-Indonesia serta perwakilan pemerintah daerah lainnya dari kawasan timur Indonesia. Momentum ini menjadi titik tolak penting bagi Kaltara untuk menunjukkan eksistensi dan kesiapan infrastruktur investasinya di mata para pemangku kebijakan.
Zainal menyatakan optimismenya bahwa pameran ini akan menjadi katalis lahirnya kesepakatan kerja sama investasi. Melalui koneksi yang terbangun di Makassar, Pemprov Kaltara kini bersiap menindaklanjuti berbagai minat investor yang masuk untuk segera diimplementasikan dalam proyek pembangunan di daerah.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.