KINSHASA — Wabah Ebola di Kongo terus melaju cepat dan kini sudah menewaskan 1.751 orang, menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Kongo per Senin. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut penularannya sudah bergerak lebih cepat daripada upaya penahanan, saat krisis ini juga dipersulit aksi mogok sebagian petugas kesehatan yang belum dibayar.
Dampaknya terasa langsung di Ituri, provinsi yang menjadi episentrum wabah. Akses layanan kesehatan makin sulit, sementara keluarga di wilayah itu menghadapi konflik bersenjata, jarak yang jauh, dan sistem respons yang belum stabil. Situasi ini membuat penanganan kasus baru berjalan lebih lambat dari penyebaran penyakit.
WHO minta respons diperbesar
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan wabah ini kini menyebar pada tingkat yang melampaui upaya pengendalian. Ia menyampaikan peringatan itu pada Rabu setelah bertemu pejabat di Kinshasa, dalam kunjungan keduanya ke negara itu sejak krisis dimulai.
“We all agree that we must urgently and massively scale up all our efforts across all pillars of the response and by all partners,” kata Tedros dalam unggahannya di X. WHO menilai semua pihak harus bergerak serentak, dari deteksi kasus hingga pelibatan komunitas di wilayah terdampak.
Data Kementerian Kesehatan Kongo menunjukkan wabah ini telah mencapai 3.874 kasus terkonfirmasi dan 1.751 kematian. Dalam 24 jam terakhir yang dilaporkan, 77 kasus terbaru tercatat dan 44 di antaranya berujung fatal. Ada 717 pasien yang sedang diisolasi, sementara 749 orang sudah pulih.
Fokus penularan dan respons lapangan
Di Ituri, keluarga pasien mengeluhkan tenaga kesehatan di garis depan ikut mogok kerja. Mereka menuntut upah yang lebih baik, meski sebagian pekerja baru-baru ini mulai menerima pembayaran atas kerja mereka sejak wabah dimulai. Seorang warga Bunia, ibu kota Ituri, mengatakan dua saudaranya meninggal akibat Ebola dan mengaitkannya dengan aksi mogok itu.
“We urge the authorities to quickly find a solution to prevent other families from experiencing the same tragedy,” kata Anicet Baluku kepada The Associated Press. Keluhan seperti ini penting karena di wilayah terpencil, satu gangguan kecil saja bisa memutus rantai perawatan pasien.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.