Dr. Jean Kaseya, kepala Africa CDC, menyebut pelacakan kontak sedang gagal. Menurutnya, setidaknya 60 sampai 70 persen kasus baru muncul dari individu yang tidak sedang dipantau setelah terpapar. Ia juga mengaitkan fatalitas 45 persen dengan deteksi kasus yang terlambat.
Dananya naik, tantangannya belum selesai
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Rabu mengumumkan tambahan pendanaan sebesar $242 juta untuk respons segera, kesiapsiagaan Ebola, dan bantuan kemanusiaan di kawasan itu. Dengan tambahan ini, total bantuan langsung AS disebut melampaui $512 juta.
Tambahan dana memang memperbesar kapasitas respons. Tapi angka di lapangan menunjukkan masalah utama belum selesai: penemuan kasus yang lambat, rantai kontak yang putus, dan layanan kesehatan yang tak menjangkau semua komunitas dengan cepat.
Doctors Without Borders pada Rabu menyebut wabah ini masih “spreading at an alarming and unprecedented rate” dan memperingatkan bahwa respons yang ada belum cukup cepat untuk memutus rantai penularan.
Bundibugyo virus yang memicu krisis saat ini belum punya pengobatan atau vaksin yang disetujui, sementara pejabat lokal menilai virus itu sudah beredar di wilayah terpencil jauh sebelum diumumkan resmi pada 15 Mei.
Tedros menutup seruannya dengan desakan agar semua lokasi terdampak segera dijangkau, koordinasi dipertegas di bawah pimpinan pemerintah, dan petugas kesehatan dilindungi. “Above all, communities must be at the center of and have ownership of the response,” ujarnya. “We cannot stop Ebola without their trust, leadership and partnership.”

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.