Jumat, 7 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Aksi Brigjen Hengki Haryadi di Pulau Terluar, Nelayan dan Warga Rasakan Manfaat

Aksi Brigjen Hengki Haryadi di Pulau Terluar, Nelayan dan Warga Rasakan Manfaat
Aksi Brigjen Hengki Haryadi di Pulau Terluar, Nelayan dan Warga Rasakan Manfaat

Deru mesin kapal memecah keheningan Pantai Makeruh, Desa Makeruh, Kabupaten Bengkalis, Kamis pagi, 6 Agustus 2026. Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi turun langsung ke pasir pantai, menyapa nelayan yang baru saja menepi. Ia datang bukan sekadar seremoni, melainkan membawa misi nyata dalam tajuk Ekspedisi Merah Putih Presisi untuk menyapa warga di titik paling depan perbatasan negara.

Kondisi geografis yang menantang tidak menyurutkan langkah rombongan Polda Riau. Mereka ingin memastikan bahwa menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, semangat nasionalisme tidak hanya terasa di gedung-gedung megah ibu kota, tetapi berdenyut kencang di tepian negeri.

Bagi warga pesisir, kehadiran perwira tinggi kepolisian di desa mereka adalah penanda bahwa negara benar-benar hadir mengawal mereka.

Menggerakkan Ekonomi Nelayan

Sektor ekonomi nelayan menjadi fokus utama. Brigjen Hengki menyerahkan langsung 10 unit mesin ketinting kepada para nelayan setempat. Selama ini, para nelayan di Desa Makeruh harus berjuang dengan keterbatasan alat tangkap untuk menyambung hidup.

Dengan mesin baru yang lebih bertenaga, harapan untuk menjangkau titik tangkap yang lebih jauh kini terbuka lebar. Efeknya tentu ke dapur keluarga masing-masing.

Rombongan juga menyebar ke sudut-sudut desa untuk membagikan 100 paket bantuan sosial. Suasana berubah jadi lebih meriah saat 500 bendera Merah Putih mulai dibagikan kepada warga. Bendera-bendera kecil itu kini menghiasi rumah panggung kayu dan perahu nelayan, menciptakan pemandangan yang kontras dan gagah di sepanjang pesisir.

Bukan hanya bantuan logistik yang mengalir. Bhabinkamtibmas Polsek Rupat kini memiliki amunisi baru berupa satu unit sepeda motor operasional. Kendaraan ini krusial. Soalnya, medan di sini tidak mudah. Dengan motor operasional, polisi punya mobilitas lebih tinggi untuk menyambangi warga yang rumahnya tersebar jauh di sepanjang garis pantai.

Rawat Lingkungan hingga Kesehatan

Matahari sudah cukup tinggi saat tim medis mulai diserbu warga. Ada 50 orang yang mengantre layanan kesehatan gratis. Mereka memeriksakan keluhan kesehatan yang selama ini sering terabaikan karena akses ke puskesmas terdekat cukup jauh. Bagi warga Desa Makeruh, kehadiran tim medis dadakan ini menjadi berkah tersendiri.

Aksi kemudian berlanjut ke pinggir pantai. Di sana, Brigjen Hengki bersama Bupati Bengkalis dan Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar melakukan penanaman 1.000 batang mangrove. Pesisir Bengkalis rentan terhadap abrasi. Tanaman mangrove ini adalah investasi jangka panjang untuk mencegah daratan mereka perlahan tergerus ombak Selat Melaka.

Penanaman bibit mangrove ini bukan sekadar seremoni tanam-lalu-tinggal. Program Green Policing ini dirancang untuk menjaga ekosistem pesisir tetap lestari. Jika hutan bakau sehat, populasi ikan pun terjaga. Artinya, kesejahteraan nelayan di masa depan tetap terjamin karena sumber daya alamnya dirawat sejak dini.

Memangkas Jarak dengan Masyarakat

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar menegaskan kalau bantuan-bantuan ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan. Ia berharap hubungan antara polisi dan warga tidak hanya sebatas penegakan hukum, tapi juga sebagai mitra dalam pembangunan daerah.

Kehadiran sepeda motor bagi petugas lapangan tadi hanyalah salah satu instrumen untuk memangkas jarak. Semakin cepat polisi bergerak, semakin cepat pula masalah di tingkat warga terdeteksi. Bagi nelayan dan warga desa, sentuhan langsung seperti ini jauh lebih berharga daripada sekadar imbauan di atas kertas.

Perjalanan Ekspedisi Merah Putih Presisi di Bengkalis ini menjadi pengingat bahwa wilayah perbatasan adalah wajah terdepan Indonesia. Meski jauh dari pusat pemerintahan, semangat menjaga kedaulatan dan kesejahteraan warga di sana tidak boleh kendur sedikitpun.

Saat rombongan bersiap meninggalkan lokasi, jejak ribuan bibit mangrove yang baru ditanam menjadi saksi bahwa negara sedang berupaya untuk terus hadir di setiap inci tanah perbatasan.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda