Jumat, 7 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Peritel Jual Hak Refund Tarif demi Suntikan Kas Cepat

Refund tarif dan dokumen bea cukai di meja kerja
Sejumlah perusahaan menjual hak refund tarif untuk mendapat kas cepat sambil menunggu pencairan pemerintah AS. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — refund tarif menjadi jalan pintas bagi sejumlah perusahaan ritel dan merek konsumen di Amerika Serikat untuk mendapatkan kas cepat saat pencairan dari pemerintah masih tertahan. Di tengah tunggakan klaim yang belum cair, beberapa perusahaan malah melepas hak atas dana itu ke pihak ketiga dengan imbalan uang tunai yang lebih kecil namun segera masuk ke rekening.

Langkah ini mencerminkan tekanan likuiditas yang mereka hadapi setelah terdampak tarif besar-besaran era Presiden Donald Trump. Bagi perusahaan, pilihannya sederhana tapi pahit: menerima lebih sedikit sekarang atau menunggu lebih lama untuk dana yang nilainya bisa lebih besar.

Hak refund tarif dijual sebelum putusan pengadilan

Wall Street Journal dan Retail Dive melaporkan, sepanjang tahun lalu GoPro, American Eagle Outfitters, The Children’s Place, dan sejumlah perusahaan lain meneken kesepakatan dengan pembeli yang menawarkan uang tunai sebagai gantinya atas hak menerima refund tarif bernilai jutaan dolar.

American Eagle Outfitters, misalnya, menyebut dalam laporan kuartal pertama 2026 bahwa perusahaan menjual klaim refund tarif senilai US$68,9 juta dan memperoleh US$18,6 juta tunai. The Children’s Place juga melaporkan telah menyetujui penyerahan klaim tarif senilai US$38,2 juta kepada Alnus Investors sebagai imbalan US$25,7 juta.

GoPro mengambil langkah serupa. Perusahaan itu disebut membayar sekitar US$20,2 juta dalam tarif Trump dan menjual US$19,4 juta dari potensi klaimnya kepada pihak ketiga pada Februari, sebelum Mahkamah Agung memutus perkara tarif tersebut.

Kenapa perusahaan rela melepas lebih murah

David Wong, managing principal di BDO, mengatakan inti risikonya ada pada waktu dan kepastian pencairan. “For the seller, a lot of the risk is purely the economics of that transaction because of the uncertainty on exactly when an importer will receive their tariff refund,” ujarnya kepada Retail Dive.

Wong menjelaskan perusahaan harus menimbang apakah mereka mau menerima uang lebih kecil tetapi lebih cepat, atau menunggu lebih lama demi refund yang nilainya bisa lebih tinggi. Pilihan itu tidak selalu nyaman. Tapi di situ letak tekanannya.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda