Seorang hakim federal yang memimpin perkara IRS itu mengkritik proses dan kesepakatannya sebagai “improper”. Hakim menilai kedua pihak, Trump dan IRS, tidak benar-benar independen satu sama lain. Kritik itu membuat sentimen terhadap Blanche makin berat, sebab ia pernah menangani urusan yang terkait langsung dengan kesepakatan tersebut.
Senator Dick Durbin dari Illinois, tokoh Demokrat teratas di Komite Kehakiman, menilai ruang untuk menghidupkan lagi skema semacam itu belum tertutup. “The president himself has largely telegraphed that’s his plan,” ujarnya sebelum pemungutan suara.
Taruhannya lebih luas dari satu jabatan
Bagi publik Amerika, yang dipertaruhkan bukan sekadar siapa duduk di kursi jaksa agung. Cara Blanche diposisikan akan memengaruhi persepsi soal apakah Departemen Kehakiman berdiri sebagai lembaga independen atau bergerak mengikuti kepentingan politik Gedung Putih. Kekhawatiran tentang “weaponization of justice” membuat setiap janji, surat komitmen, dan manuver politik dibaca sangat keras.
Bloomberg Politics melaporkan bahwa Departemen Kehakiman juga menghadapi tantangan hukum terkait langkah Blanche memberi perlindungan dari investigasi atas catatan pajak masa lalu Trump, anggota keluarga Trump, dan Trump Organization. Artinya, kontroversi ini tidak berhenti di Senat saja. Ia berlanjut ke ranah hukum, dengan konsekuensi yang bisa menjangkau kebijakan penegakan hukum federal.
Blanche sendiri bukan nama baru di lingkaran Trump. Ia pernah menjadi pengacara pribadi presiden selama hampir dua tahun sebelum naik ke posisi deputi jaksa agung, lalu menjabat sebagai pelaksana tugas jaksa agung sejak April setelah Bondi dicopot. Dia juga memimpin rilis dokumen terkait Jeffrey Epstein, proses yang ikut disorot karena penundaan dan redaksi besar-besaran.
Ia sempat menginterogasi Ghislaine Maxwell di penjara pada Juli 2025. Tak lama sesudahnya, Maxwell dipindahkan dari penjara di Florida ke penjara keamanan rendah di Texas dan dilaporkan mendapat perlakuan yang lebih baik. Riwayat itu membuat oposisi terhadap Blanche tidak semata soal suara di Senat, tapi juga soal jejak kebijakan yang sudah terlanjur melekat padanya.
John Thune, pemimpin mayoritas Senat dari South Dakota, mengatakan ia masih bekerja untuk mengamankan suara yang dibutuhkan. “I’m hoping we’ll get there eventually,” katanya pada Rabu.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.