Sabtu, 8 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Kontrol perbatasan Italia Dibalas Spanyol di Tengah Sengketa Migrasi

Kontrol perbatasan Italia memicu pemeriksaan paspor di Spanyol
Spanyol menyiapkan pemeriksaan paspor, kewarganegaraan, dan visa bagi penumpang dari Italia. (Ilustrasi: AI)

MADRID — kontrol perbatasan Italia memicu langkah balasan dari Spanyol, yang pada Jumat mengumumkan pemeriksaan paspor, kewarganegaraan, dan visa bagi penumpang serta pengunjung yang datang dari Italia selama sebulan ke depan. Madrid menyebut langkah itu diambil di tengah “persistent irregular migratory pressure”.

Langkah saling balas ini memperkeras sengketa antara dua negara Uni Eropa yang sama-sama menempatkan isu migrasi di pusat kebijakan domestik. Spanyol menilai tindakan Roma tidak berdasar, sementara Italia tetap mempertahankan pembatasan hingga setidaknya 15 Agustus.

Spanyol balas langkah Roma

Pemerintah Spanyol menyatakan pemeriksaan baru itu berlaku untuk warga Italia dan penumpang lain yang tiba dari Italia. Dalam pernyataannya, Madrid menyebut akan melakukan pengawasan selama satu bulan karena tekanan migrasi yang masih berlangsung.

Italia sebelumnya mengatakan tidak akan tunduk pada “ultimatums or impositions” dari Spanyol. Roma juga menegaskan kontrol perbatasan akan tetap dijalankan sampai setidaknya 15 Agustus, sambil menunggu kepastian bahwa tidak ada risiko keamanan atau terorisme, tidak ada gelombang migrasi baru, dan tidak ada migran tidak resmi yang bergerak menuju wilayah Eropa.

Spanyol menolak alasan itu. Madrid menyebut keputusan Italia untuk kembali memberlakukan pemeriksaan di perbatasan sebagai langkah yang tidak berdasar, bertentangan dengan kepentingan Uni Eropa, dan diskriminatif terhadap warga Spanyol.

Jika Roma tidak mencabutnya sebelum Minggu, 9 Agustus, Spanyol menyatakan akan dipaksa mengambil langkah proporsional untuk melindungi kepentingan dan martabat warganya.

Krisis Ceuta jadi pemicu

Perselisihan ini meledak setelah sekitar 72.000 orang bergegas menyeberang dan sekitar 80 migran dilaporkan tewas dalam gelombang penyeberangan yang kacau. Italia, yang tidak berbagi perbatasan darat dengan Spanyol, menjelaskan kebijakannya sebagai upaya mencegah migran yang masuk ke Ceuta bergerak lebih jauh ke wilayah Italia.

Madrid membantah alasan itu. Pemerintah Spanyol menilai argumen Roma sebagai “spurious arguments” tanpa dasar faktual, karena para migran yang masuk secara tidak resmi ke Ceuta tidak bisa mendapatkan akses ke area Schengen.

Spanyol juga menyebut sebagian besar dari mereka sudah meninggalkan enklave Afrika Utara itu dan kembali ke Maroko. Sampai pernyataan terbaru ini keluar, Italia belum memberi komentar tambahan.

Dampaknya ke hubungan dua sekutu Uni Eropa

Soal ini bukan cuma persoalan cek dokumen di bandara atau pelabuhan. Keputusan Spanyol dan Italia menunjukkan betapa cepat isu migrasi bisa merembet menjadi urusan diplomatik, lalu mengganggu prinsip pergerakan bebas di Uni Eropa.

Bagi maskapai, operator kapal, dan penumpang yang rutin melintas, pemeriksaan tambahan berarti antrean lebih panjang, proses keberangkatan yang lebih rumit, dan ketidakpastian soal aturan yang bisa berubah dalam hitungan hari.

Di level politik, ketegangan ini menempatkan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez pada jalur yang makin sulit disatukan. Meloni dikenal sebagai pendukung kuat kontrol migrasi yang lebih ketat, sedangkan Sanchez cenderung membela pendekatan yang lebih longgar dan belakangan mendukung program regularisasi besar-besaran bagi migran tanpa dokumen.

Dalam pernyataan Jumat, pemerintah Spanyol juga mengatakan Italia mencatat jumlah “irregular crossings” tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, dengan angka yang disebut dua kali lipat dari Spanyol. Angka itu memperlihatkan mengapa migrasi masih jadi kartu politik paling sensitif di Eropa selatan. Dan untuk saat ini, tanda mereda belum terlihat.

Jika Roma tetap bertahan pada batas waktunya sampai 15 Agustus, Madrid sudah memberi sinyal akan menjawab dengan langkah serupa. Itu berarti ketegangan ini masih bisa naik satu tingkat lagi sebelum ada ruang negosiasi yang lebih tenang.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda