“We really were not expecting anywhere near this response,” kata pendiri Pearly Spurtle, Karina Stafford.
Ia menyebut acara yang semula dianggap “silly” alias kecil dan santai itu justru berkembang cepat. Panitia sudah mulai memikirkan edisi berikutnya.
“We’re already thinking bigger and better,” katanya. “Next year we’re thinking [about holding the festival in] July and we’ll do it over two days.”
Latihan baru sebelum ke Skotlandia
Setelah menang di Pearl Beach, fokus Reid bergeser ke persiapan teknis. Ia mengatakan perlu menyesuaikan cara memasak karena ajang dunia di Skotlandia memakai kompor induction, sementara dirinya tidak terbiasa dengan alat itu di rumah.
“I’ve got to get some induction cookers for home because I don’t cook well on induction and the Golden Spurtle is all induction,” kata Reid.
Ia juga akan dilatih oleh Caroline Velik, food stylist asal Melbourne yang tahun lalu menang di kategori kreatif Golden Spurtle lewat porridge jaffle. Velik menilai level kompetisi di Australia sangat tinggi.
“We had amazing porridge today,” katanya.
“For the competitors who didn’t make the final, sometimes they just needed a bit more salt. There was not much in it.”
Dengan tiket ke Skotlandia sudah di tangan, Reid membawa cerita yang sederhana tapi menarik: bubur yang biasanya dianggap menu sarapan biasa, di Pearl Beach justru menjadi ajang gengsi, kreativitas, dan tiket menuju panggung dunia. Dan semua itu bermula dari semangkuk oats, water, dan salt.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.