Minggu, 9 Agustus 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Pelaku Sempat Ngepel Bersihkan Darah di TKP Usai Bunuh Bos Konter HP Ambarawa

Pelaku Sempat Ngepel Bersihkan Darah di TKP Usai Bunuh Bos Konter HP Ambarawa
Pelaku Sempat Ngepel Bersihkan Darah di TKP Usai Bunuh Bos Konter HP Ambarawa

AMBARAWA — Upaya menghilangkan jejak kejahatan dilakukan dua pelaku pembunuhan terhadap pemilik konter ponsel Royal Phone Ambarawa, Candra Waskito (25). Pelaku nekat membersihkan lantai lokasi kejadian menggunakan alat pel untuk melenyapkan noda darah korban sebelum melarikan diri.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, mengungkapkan bahwa aksi keji ini terjadi pada Kamis (6/8/2026) dini hari. Setelah menghabisi nyawa korban, Didit Panggih Pamulihan (20) dan Taufik Ilham (25) tidak langsung kabur. Mereka justru memastikan tempat kejadian perkara (TKP) bersih dari bukti fisik.

Modus Penghilangan Jejak di TKP

Pelaku tidak hanya membersihkan lantai yang dipenuhi cipratan darah menggunakan kaos dan cairan pembersih, tetapi juga merusak bukti digital. Ketiga kamera CCTV yang terpasang di dalam dan luar konter dicabut paksa oleh para pelaku. Barang bukti elektronik tersebut kemudian dibuang ke sungai untuk memutus jejak penyelidikan polisi.

“Darah berceceran dan bercipratan, dia membersihkan lantai menggunakan alat pembersih lantai yang ada di konter tersebut. Jadi dilap sedikit dengan kaos dan disiram pembersih lantai,” ujar Bodia saat dikonfirmasi, Minggu (9/8/2026). Setelah merasa situasi cukup bersih, para tersangka baru memindahkan jenazah korban ke dalam bagasi mobil Honda Jazz hitam milik korban.

Peristiwa ini pertama kali terungkap ketika karyawan korban merasa curiga karena konter tidak kunjung buka hingga Kamis siang. Setelah pintu didobrak, kondisi toko sudah berantakan dengan sejumlah ponsel raib. Jasad Candra akhirnya ditemukan di dalam bagasi mobil yang terparkir di sebuah gudang di wilayah Kabupaten Grobogan pada Kamis sore.

Penangkapan dan Kerja Sama Kepolisian

Keberhasilan polisi meringkus kedua tersangka tidak lepas dari koordinasi intensif antara Polres Semarang dengan tim Subdit Jatanras serta Inafis Ditreskrimum Polda Jateng. Bodia menyatakan bahwa meski sempat berusaha menghilangkan jejak, kedok para pelaku akhirnya terbongkar melalui pengembangan di lapangan.

Dampak langsung dari kasus ini dirasakan oleh masyarakat sekitar Ambarawa yang menyoroti aspek keamanan di lingkungan usaha mereka.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi pemilik bisnis untuk lebih memperketat sistem keamanan internal dan pengawasan area kerja dari ancaman tindak kriminal serupa.

Saat ini, Didit dan Taufik telah ditahan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mendalami motif perampokan yang berujung pada pembunuhan tersebut.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda