Selasa, 11 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Harga Minyak Bertahan Dekat Puncak Sepekan, Hormuz Masih Macet

Harga minyak dekat puncak sepekan di Selat Hormuz
Harga minyak bergerak dekat puncak sepekan saat negosiasi AS-Iran soal Selat Hormuz masih buntu. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Harga minyak bertahan dekat puncak sepekan pada Selasa pagi saat peluang kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran makin menipis. WTI dan Brent sama-sama bergerak naik tipis ketika pembukaan kembali Selat Hormuz masih belum jelas.

Pasar bereaksi cepat. Jalur air itu sangat penting bagi arus energi global, dan kebuntuan diplomatik membuat pelaku pasar tetap siaga terhadap gangguan pasokan serta volatilitas harga.

Harga minyak, WTI dan Brent sama-sama menguat tipis

Dalam perdagangan pagi hari itu, dua acuan utama minyak mentah tersebut mencatat kenaikan kecil. Sinyalnya jelas: trader belum melihat jalan mulus menuju normalisasi di kawasan yang selama ini sensitif terhadap ketegangan geopolitik.

Harga minyak bergerak dekat level tertinggi terbaru karena ekspektasi pasar terhadap terobosan diplomatik mulai memudar. Saat optimisme mengecil, ruang untuk reli harga tetap terbuka, apalagi jika pasokan dari kawasan sekitar Selat Hormuz masih dibayangi risiko.

Selat Hormuz jadi titik kunci negosiasi

Masalah utamanya ada pada syarat yang saling berhadapan. Amerika Serikat meminta kompensasi, sementara Iran bersikeras sanksi harus dicabut agar jalur pelayaran vital itu bisa berfungsi.

Bloomberg Politics mengutip pandangan mantan Menteri Energi AS Dan Brouillette yang menekankan besarnya pengaruh Iran atas lalu lintas di Selat Hormuz. Dalam tayangan itu, ia menyebut kendali atas jalur tersebut memberi Teheran leverage yang sangat kuat.

Di sisi lain, CNBC Indonesia melaporkan seorang pejabat senior Iran menyebut Teheran meminta AS memenuhi seluruh persyaratan dalam nota kesepahaman yang disebut ditandatangani kedua negara pada Juni. Syarat itu mencakup pembayaran ganti rugi, penghentian pertempuran di Lebanon, pencabutan blokade laut AS, penarikan pasukan Amerika dari kawasan, serta pencairan aset Iran yang dibekukan.

Masih dari laporan yang sama, Iran juga berunding dengan Oman mengenai kesepakatan rute transit di Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut pembicaraan itu telah memasuki tahap akhir, tetapi menegaskan kesepakatan tersebut tidak berarti jalur pelayaran akan dibuka kembali sepenuhnya.

Dampaknya ke pasar energi global

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair