Rabu, 12 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Gempa 7,4 Magnitude Dahsyat Colombia, Presiden Petro Uji Kredibilitas Pertama

Kerusakan bangunan dan puing di wilayah Chocó Colombia usai gempa 7,4 magnitudo, tim penyelamat mencari korban di reruntuhan
Tim penyelamat melakukan pencarian korban di tengah kerusakan bangunan pascagempa 7,4 magnitudo di wilayah Chocó, Colombia, Senin (tanggal gempa). Lebih dari 200 orang dilaporkan tewas. (Ilustrasi: AI)

Tanah Kolombia berguncang hebat tepat saat warga memulai aktivitas Senin pagi. Pukul 07.34 waktu setempat, gempa berkekuatan 7,4 magnitudo menghantam wilayah Chocó di barat laut, meruntuhkan rumah-rumah dan menimbun ratusan nyawa di bawah puing-puing.

Musibah ini menjadi ujian paling krusial bagi kepemimpinan Presiden Gustavo Petro sejak ia menjabat, saat ia harus membuktikan apakah pemerintahannya punya taji menangani krisis berskala nasional di tengah medan yang sulit.

Layanan Geologis Kolombia mencatat episentrum gempa berada di dekat San José del Palmar, sebuah kota kecil di pegunungan yang terjal. Guncangan ini tercatat sebagai yang paling kuat dalam satu dekade terakhir. Seolah belum cukup, bumi di sana terus bergetar hebat. Hingga Senin malam, tercatat ada 21 gempa susulan yang terus menghantui warga di pusat bencana.

Jejak Kerusakan di Kawasan Terpencil

Dampak nyata mulai terlihat di kota-kota besar seperti Cali, Quibdo, dan Pereira. Namun, kehancuran sesungguhnya tersimpan di desa-desa terpencil. Estimasi awal menunjukkan sedikitnya 5.000 rumah hancur lebur atau rusak berat.

Tim penyelamat kini berpacu dengan waktu, meski akses jalan terputus total akibat tanah longsor dan jaringan komunikasi yang lumpuh total. Angka korban jiwa yang kini mencapai lebih dari 200 orang dikhawatirkan bakal terus melonjak tajam.

Nubia Carolina Córdoba Curi, Gubernur Chocó, tampak getir saat berbicara pada Selasa pagi. Ia mengakui pihak otoritas masih kesulitan mendata kerusakan secara akurat. “Yang belum kami miliki adalah tally lengkap kerusakan fisik karena benar-benar masif,” ujarnya.

Di kota kecil El Cairo, pemandangan jauh lebih memilukan. Otoritas lokal di sana melaporkan sekitar 80 persen bangunan telah rata dengan tanah.

Wilayah Chocó sendiri bukanlah kawasan yang ramah bagi upaya tanggap darurat. Jauh sebelum gempa ini datang, kawasan tersebut sudah menjadi medan tempur kelompok-kelompok bersenjata serta hidup dalam jeratan kemiskinan yang kronis.

Ketiadaan infrastruktur dasar di wilayah yang sering disebut sebagai “tanah terlupakan” ini membuat logistik bantuan menjadi mimpi buruk bagi tim penanganan bencana nasional.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 12 Agustus 2026: Cara Cek NIK KTP Online