Kamis, 13 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

ICE Beli Sarung Tangan Setrum untuk Agen Imigrasi AS

Sarung tangan setrum ICE dalam rencana pembelian agen AS
ICE berencana membekali sebagian agen dengan sarung tangan setrum setelah serangkaian insiden kekerasan menjadi sorotan. (Ilustrasi: AI)

WASHINGTON — sarung tangan setrum ICE akan segera dibeli oleh Immigration and Customs Enforcement untuk para petugasnya. Otoritas imigrasi Amerika Serikat itu menyiapkan anggaran antara US$10 juta dan US$20 juta untuk perangkat yang dirancang memberi sengatan listrik dan mengganggu reaksi seseorang.

Rencana itu muncul saat cara kerja ICE kembali disorot tajam. Sorotan tersebut datang setelah beberapa kematian dan insiden kekerasan yang melibatkan aparat di lapangan, membuat pilihan penggunaan kekuatan baru ini ikut memicu perdebatan.

Sarung tangan setrum ICE dan rencana pembelian

Menurut pemberitahuan Department of Homeland Security yang terbit Senin, ICE akan membagikan perangkat itu kepada petugas Homeland Security Investigations dan Enforcement Removal Operations. The Associated Press lebih dulu melaporkan rencana tersebut, lalu Axios mengonfirmasi detail anggaran dan jenis peralatannya.

Perangkat itu bernama CTG-5 Generated Low Output Voltage Emitter atau G.L.O.V.E., buatan Compliant Technologies yang berbasis di Kentucky. Perusahaan itu tidak merespons permintaan komentar dari Axios, sementara CEO-nya, Jeff Niklaus, kepada CNA mengatakan pihaknya tidak dapat membahas penjualan ini.

Rencana pembelian itu juga tidak kecil. DHS menyebut proses pengadaan non-tender bisa diumumkan paling cepat pada Jumat. Artinya, keputusan ini bergerak cepat. Sangat cepat.

Kenapa rencana ini memicu penolakan

Kelompok hak sipil menilai alat baru ini berisiko menambah ruang penyalahgunaan.

Jenn Rolnick Borchetta, wakil direktur ACLU untuk isu kepolisian, mengatakan, “ICE spent the last year showing this country that they are willing to disregard the law and are too quick to use force, with devastating and at times fatal consequences for citizens and noncitizens alike,” dalam pernyataan yang dikutip Axios.

Ia juga menyoroti kemungkinan petugas menggunakan sarung tangan itu secara tersembunyi. Menurutnya, itu bisa menjadi “a recipe for more harm to the public and less accountability.” Kekhawatiran semacam ini muncul karena perangkat tersebut dipakai dengan kontak langsung ke kulit dan ditujukan untuk menghentikan gerakan otot yang terkoordinasi.

Di sisi lain, DHS menyatakan petugas ICE “are highly trained in de-escalation tactics and regularly receive ongoing use of force training.” Lembaga itu mencoba menegaskan bahwa pelatihan tetap menjadi bagian penting dari penerapan alat baru di lapangan.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda